Home > Berita > Umum

10 Ton Kayu Ilegal Loging Ditemukan di Sungai Sulampi Singkil

10 Ton Kayu Ilegal Loging Ditemukan di Sungai Sulampi Singkil
Personel Polisi Kehutanan KPH Subulussalam dan Wilayah Singkil, menderek batangan kayu dengan truck trado, di lokasi tepi sungai Sulampi Kecamatan Suro, Rabu (7/6/2017)
Kamis, 08 Juni 2017 12:04 WIB
Penulis: Helmi
SINGKIL - Sebanyak 61 batang kayu bulat hasil ilegal loging ditemukan di tepi Sungai Sulampi, Gampong Bulu Sema, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil.
Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Regional VI Subulussalam Sahrial yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/6/2017) mengatakan, ada kayu rakyat di lokasi itu. Ternyata di belakang masjid ada lagi tumpukan kayu dan ternyata bukan kayu rakyat, jenisnya meranti dan durian hutan.
 
"Informasi dari sopir pengangkutan yang sudah diperiksa pihak Kepolisian, ada seseorang yang memintanya agar menyisipkan kayu itu ke dalam truk yang hendak membawa kayu durian keluar daerah. Namun karena ada jenis kayu selain durian, sopir menolak sehingga masih terus bertumpuk di lokasi itu," terang Sahrial.
 
Keterangan dari masyarakat, kayu tersebut diduga diambil dari kawasan hutan Pak-Pak Bharat, Sumatera Utara yang dihanyutkan melalui Sungai Sulampi.
 
Sahrial menjelaskan, sebanyak 61 batang kayu bulat itu, 12 batang di antaranya sudah dibawa ke Polres Aceh Singkil pada Rabu malam. "Ada 12 batang yang sudah dibawa ke Polres untuk barang bukti semalam, selebihnya kayu itu akan dibawa kekantor KPH Subulussalam hari ini," ujarnya
 
Sementara untuk proses hukumnya masih menunggu ditetapkannya status. Jika status kayu ada pemiliknya, proses hukum diselesaikan di Polres. Namun jika temuan dan tidak diketahui pemiliknya KPH akan melelang kayu tersebut.
 
"Jadi status kayu belum tau apa status temuan atau sitaan, tiga hari baru akan ditentukan," tambah Ketua KPH wilayah Singkil Safriar.
 
Menurut Sahrial, penyelesaian hukum masalah tersebut masih panjang. Sebab harus dilakukan lacak di mana lokasi pembalakan liar dan pembuktian di mana tunggulnya. Belum diketahui siapa pemiliknya. Tindakan ini melanggar Permenhut Nomor 85 Tahun 2016 tentang Pengangkutan Hasil Hutan Kayu Budidaya yang berasal dari hutan hak.
 
Sebelumnya, Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkiyan Milyardin melalui Kapolsek Suro Iptu All Bella kepada GoAceh di Polsek setempat mengatakan, puluhan batang kayu tanpa pemiliknya itu diketahui pihak Kepolisian dan KPH berdasarkan atas informasi masyarakat, yang melaporkan bahwa ada kayu yang ditebang selain batang durian.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Aceh Singkil
wwwwww