Home > Berita > Aceh

Virzha: Rockstar Juga Bisa Melankolis

Virzha: Rockstar Juga Bisa Melankolis
Terkenal dengan image rock n roll, Virzha tetap nyaman bawakan lagu mellow. (Foto: Bambang E Ros. Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)
Rabu, 07 Juni 2017 14:44 WIB

JAKARTA - Percaturan para penyanyi solo di blantika musik Indonesia belakangan semakin kompetitif. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Di Muhammad Devirzha atau yang dikenal dengan nama Virzha.

Penyanyi pengagum The Beatles ini dikenal punya karakter suara yang kuat. Namun tak hanya suara, sosok Virzha secara keseluruhan dianggap cukup valid untuk mencerminkan figur seorang rockstar.

Perpaduan suara dan penampilannya yang 'laki banget' menjadi daya tarik tersendiri pria kelahiran Banda Aceh 27 tahun lalu ini. Lewat album perdana, Virzha membuktikan diri bukan sekadar penyanyi jebolan ajang pencarian bakat.

loading...
Album perdana memiliki makna mendalam bagi Virzha untuk mengevaluasi dan berkembang lebih jauh lagi. Alhasil album kedua yang ia siapkan kini telah memiliki banyak sentuhan personal darinya.

Ads
"Di album kedua nanti mungkin secara warna musik sangat berbeda dari album pertama. Dan di situ aku menulis 8 dari 11 lagu, salah satunya Sirna yang jadi single pembuka ini," ujar Virzha kepada Bintang.com, Senin (5/6/2017).

Virzha mengakui Sirna merupakan ungkapan dari kisah pahitnya ketika ditinggal nikah. Nuansa lagu dan video klip yang melankolis kembali dipilihnya. Hal ini membuat orang beranggapan bahwa Virzha identik dengan lagu galau.

Seperti apa curhatan Virzha tentang Sirna, dan lagu-lagu di album keduanya? Simak juga tanggapannya mengenai jiwa rock n roll sekaligus melankolis dalam karya-karyanya. Berikut petikan wawancara eksklusif Virzha selengkapnya.

Sirna, Curhatan Virzha Ditinggal Nikah

Bagi musisi, karya lagu bisa menjadi media untuk mengungkapkan perasaan. Hal ini juga dialami oleh Virzha yang belakangan cukup produktif dalam menulis lagu.

Selain menceritakan pengalaman pedihnya tentang lagu Sirna, ia juga berbagi proses penulisan album keduanya. 

Seperti apa cerita di balik lagu Sirna?

Sirna ini cerita tentang orang yang punya ekspektasi yang luar biasa tingginya tapi dengan sekejap bisa hilang begitu saja. Ekspektasi, harapan atau masalah. Dia punya masalah tapi nggak terselesaikan.

Ini karya Virzha sendiri?

Ini aku nulis sendiri, dan ikut andil dalam aransemennya, walaupun dibantuin juga sama label. Lagu ini udah dari 2008 aku tulis, kisahnya sih 2008 juga. Aku tulis lagunya di momen saat kejadian tidak diinginkan itu terjadi. Awalnya sih aku bikin kaya cerita gitu, akhirnya aku pilih-pilih syairnya dan jadi seperti yang sekarang.

Kisahnya persis seperti yang di video klip?

Esensinya sih sama, video klip sama lagu Sirna-nya sama. Yang tadinya harapannya udah tinggi banget mereka bisa menikah di tempat yang luar biasa ramenya, meriahnya. Tiba-tiba si cowoknya tidak datang karena hal yang tidak diinginkan. Sebenernya adalah memang aku waktu itu ditinggal nikah, lalu bikin Sirna. Ini emang cerita yang bener-bener personal buat aku.

Pernah terbawa perasaan tiap kali menyanyikan lagu ini?

Momennya sih iya. Sebagai manusia biasa, merasa momennya itu adalah waktu ngerasa ditinggal, saat dia memutuskan untuk memilih hidup yang lain, memilih untuk meninggalkan dan nggak lagi jadi kekasih. Itu yang aku inget di lagu ini.

Waktu nulis aku mikirnya gini, ini aku tulis untuk orang-orang yang mungkin nggak bisa cerita, mengungkapkan perasaanya. Itu kan privacy banget, setiap orang pasti susah kalau menceritakan habis ditinggal nikah. Kecuali sama orang-orang terdekat. Aku orangnya juga susah cerita ke orang-orang, mudah-mudahan Sirna ini bisa mewakili perasan orang-orang yang punya ekspektasi tinggi tapi nggak bisa tersalurkan dengan baik.

Baru satu bulan, Sirna sudah ditonton lebih dari sejuta penonton, tanggapan Virzha?

Aku nggak nyangka sih bisa satu juta, aku bersyukur banget lah bisa satu juta dalam waktu satu bulan. Itu sih menurutku di luar ekspektasi. Semoga orang bisa menyanyikan lagu ini dengan penuh penjiwaan.

Ini jadi awal yang baik untuk album kedua Virzha?

Amiin, semoga lagu ini bisa diterima masyarakat yang lebih luas lagi.

Jiwa Rockstar yang Melankolis

Sejak mengikuti ajang pencarian bakat, Virzha kerap membius penonton dengan lagu-lagu rock. Namun sebelum itu, ia juga pernah tergabung dalam sebuah band rock.

Aku Lelakimu berhasil membawa langkah Virzha semakin jauh. Lalu single-single berikutnya Virzha juga cukup konsisten dengan lagu ballad. Apa pendapatnya tentang hal ini?

Gambaran album kedua seperti apa?

Album kedua yang sangat diangkat adalah jenis musik. Lebih ke new wave atau bisa dibilang pop modern. Ada yang bener-bener aku tonjolin banget adalah liriknya tidak sebaku yang kita pikirkan. Misalnya 'Kau buat Sirna, sudahlah'. Jadi itu kayak kata sehari-hari yang aku masukkan sedikit-sedikit.

Semua kisah yang aku angkat di tulisanku adalah kisah pribadi yang aku dengar, aku lihat aku rasakan. Ada dari cerita temen juga, atau nonton film apa terus terinspirasi jadi lagu. Itu semua ada di album kedua nanti.

Beda dengan album pertama?

Aku mulai bikin-bikin lagu di album kedua, nggak banyak sih lumayan lah. Ada 8 dari 11 lagu ciptaan aku. Warna musik beda banget dari album pertama. Kalau album pertama musiknya ada drum, bass, gitar, piano. Album kedua ada sound-sound baru kaya pad dan synth yang banyak kita masukkan.

Masih banyak lagu-lagu ballad?

Ada yang ballad. Ada yang slow, upbeat. Nggak semuanya pelan. Ada yang eksperimen juga. Bahkan ada satu lagu yang ada rocknya, reggae dan modern juga. Di album kedua itu juga ada.

Virzha yang dulu dikenal sebagai rockstar, sekarang lebih sering nyanyi lagu mellow. Apa kata Virzha?

Kebanyakan orang bisa terkenang dan melekat itu dengan lagu-lagu yang sedih. Kalau senang orang gampang dilupakan. Kalau sedih itu susah untuk melupakan. Contohnya kaya Bryan Adams dan Rod Steward, lagunya kan slow slow. Menurutku itu tidak menjadi patokan rockstar berkarier di dunia musik karena lagunya slow. Karena rockstar nggak hanya dari musik tapi juga jiwa.

Seberapa rock n roll kah Virzha?

Aku nggak bisa matokin sampe di mana batas liarnya seorang Virzha. Karena aku juga kerjain album EP yang aku banget, yang idealis banget. Nggak bisa dibatasin sih musik aku jangan sampe tidak terlalu bisa dimengerti. Sebisanya aku menempatkan diri untuk musik aja.

Apa cita-cita Virzha yang belum dan ingin dicapai?

Yang belum tercapai adalah orang bisa mengenal lagu Virzha lebih dalam lagi. Salah cita-cita terbesarku adalah punya konser, semua musisi pasti pengen punya konser. Tapi aku mikir nggak mungkin punya konser tapi orang tahunya Aku Lelakimu doang. Itu yang jadi tantangan terbesar Virzha untuk berkarya terus, bagaimana caranya orang bisa kenal dengan lagu-lagu Virzha yang lain. Mudah-mudahan bisa berarkya

Editor:Kamal Usandi
Sumber:Bintang.com
Kategori:Aceh, Umum
wwwwww