Penjual Air Nira Keliling Ini Raup Untung Hingga Rp200 Ribu per Hari

Penjual Air Nira Keliling Ini Raup Untung Hingga Rp200 Ribu per Hari
Yusuf (53), warga Gampong Darul Aman, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. [Jamaluddin Idris].
Rabu, 07 Juni 2017 01:15 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Yusuf (53), telah lama menjadi penjual air nira keliling. Meski sudah tua, ia tetap menguati badannya untuk berkeliling dengan berbekal sepeda motor butut.

Ayah lima anak yang berdomisili di Gampong Darul Aman, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara ini sebelumnya sempat berkeliling hingga Kota Lhokseumawe. Namun karena keterbatasan energi, ia kini hanya mampu menjual air nira di kawasan Baktiya dan sekitarnya saja.

"Air niranya saya bungkus-bungkus dalam plastik. Kalau saya saya jual per bungkus itu Rp3 ribu. Kalau dibeli dua bungkus, saya kasih Rp5 ribu," katanya saat berbincang dengan GoAceh, Selasa (6/6/2017) kemarin.

loading...
Yusuf tampak sangat menyemangati pekerjaannya itu. Sambil menyeruput secangkir kopi, ia menyebut dalam kesehariannya mampu meraup keuntungan hingga Rp200 ribu.

"Ya, sekitar itulah. Kadang pendapatan dalam sehari dapat Rp200 ribu. Akhir-akhir ini laris lebih 50 bungkus per hari," imbuhnya.

Dewasa ini, kata dia, air nira asli sulit didapatkan. Meskipun demikian, ia mengaku tetap akan menjual air nira asli. Nira asli tentunya tidak dicampur dengan bahan lain seperti air kelapa.

Air nira terbilang memiliki banyak manfaatnya. Dari penjelasan Yusuf, air nira ini bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai gejala penyakit seperti rematik, sakit pinggang, kebas bahkan mampu menyembuhkan panas dalam.

"Banyak khasiatnya, lebih-lebih kalau air nira yang alami. Air nira ini saya peroleh dari kebun. Sebagian dari kebun tetangga dengan membayar sedikit biaya penumpahan," ujarnya.

Menjual air nira keliling telah dilakukan sejak sepuluh tahun lalu. Namun sebelumnya ia berjualan dengan menggunakan sepeda onthel. Secara perlahan, ia mulai menyisihkan sedikit dari pendapatannya untuk membeli sepeda motor.

Yusuf selaku tulang punggung dalam keluarga mengaku akan terus berjualan untuk memenuhi kebutuhan hari-hari. Semua anak Yusuf telah menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan sebagiannya sudah bekerja meski di tempat swasta.

Di bulan Ramadan ini, Yusuf tetap berkeliling untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Namun ia hanya memilih berjualan dari sore dan melanjutkan pada malam hari setelah salat tarawih.

"Jam segini (23.00 WIB), semua air nira sudah habis terjual. Kalau sebelum Ramadan, saya berjualan dari pagi hingga sore saja," tambah dia.
wwwwww