Pansus DPR Aceh Temukan Proyek Otsus di Bireuen Dikerjakan Asal Jadi

Rabu, 07 Juni 2017 00:58 WIB
Penulis: Joniful Bahri
pansus-dpr-aceh-temukan-proyek-otsus-di-bireuen-dikerjakan-asal-jadiMurdani Yusuf.
BIREUEN - Sejumlah proyek fisik dibiayai Dana Otonomi Khusus dan APBA tahun anggaran 2016 dinilai dilaksanakan asal jadi pihak rekanan. Hal itu dikatakan Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRA, Dapil III yang diketuai Murdani Yusuf.
  
"Dalam evaluasi dan kunjungannya ke beberapa lokasi, seperti proyek pembangunan saluran pembuang yang dikerjakan asal-asalan," katannya kepada wartawan, Selasa (6/6/2017).
 
Di samping itu, Tim Pansus juga menemukan kejanggalan pelaksnaan pembangunan rumah kopel untuk instrukstur Balai Latihan Kerja (BLK) di Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen.
 
"Kalau dilihat, kualitasnya sangat rendah dan kontruksi bangunannya di sejumlah bagian sudah rusak. Padahal bangunan ini baru saja diserahterimakan pada Februari lalu," terangnya.
 
Menurut Murdani Yusuf, bangunan sudah rusak, kenapa diterima. Seharusnya jangan di PHO-kan dulu pekerjaannya jika belum sesuai.
 
"Kayu yang digunakan pada proyek ini, kualitasnya sangat rendah,” sebut Murdani yang di dampingi dua anggota DPRA lainnya, Saifuddin Muhammad dan Fauziah. Dalam kunjungan itu, anggota DPRA juga meninjau proyek fisik lainnya, antara lain rehab berat bangunan Dayah Entrepreneur SMK ASD Foundation di Beunyot, Kecamatan Juli. 
 
Di proyek ini juga ditemukan sejumlah kejanggalan, tidak sesuai besarnya anggaran yang diplotkan dengan pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan.
 
“Anggaran pelaksnaan rehab dayah ini mencapai Rp 800 juta, tetapi tidak terlihat ada pekerjaan rehab berat. Ini patut dipertanyakan karena tidak sesuai dengan pelaksanaan," tutur Saifuddin Muhammad.
 
Sebelumnya, Tim Pansus ini juga menyempatkan diri meninjau SMK Negeri 1 Bireuen, di Cot Gapu. Dalam kunjungannya ini, tim melakukan pengecekan satu persatu bantuan alat praktik siswa SMK tahun anggaran 2016 sebanyak 21 unit perlengkapan barang.
 
Mulai mesin otomotif seperti Lathe Machine, Sporing, Balancing, Theodolite, Injector Tester, Total Station serta perlengkapan alat praktek lainnya. Pengadaan alat praktek siswa SMKN 1Bireuen yang dianggarkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh sebesar Rp2,4 miliar.
 
Diakui para anggota dewan asal pemilihan Kabupaten Bireuen ini, barang-barang tersebut bukan kualitas tinggi.
 
“Sejatinya penyediaan barang-barang ini seharusnya tetap kualitas, sehingga bisa dimanfaatkan dalam waktu yang lama,” kata Murdani Yusuf.
Editor:Zuamar
Kategori:Pemerintahan, Aceh, Bireuen
wwwwww