Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan, Menunggu Rekom DPR dan Gubernur

Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan, Menunggu Rekom DPR dan Gubernur
Peserta rapat dengar pendapat (RDP) dukungan Laksamana Malahayati menjadi pahlawan Nasional foto bersama usai melakukan rapat, Jakarta, Selasa (6/6/2017). [Istimewa]
Rabu, 07 Juni 2017 09:28 WIB
Penulis: Safdar
BANDA ACEH - Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya menggelar rapat dengar pendapat (RDP) tentang usulan menjadikan Malahayati sebagai Pahlawan Nasional di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Menurutnya Laksamana Malahayati adalah aset bangsa, yang dapat menjadi suri tauladan bagi  generasi muda Indonesia sehingga pengangkatannya sebagai pahlawan nasional perlu didukung dan diperjuangkan.
 
“Komisi X DPR RI secara bulat telah memberikan dukungannya dan akan meminta pimpinan DPR RI segera mengeluarkan surat rekomendasi kepada Pemerintah untuk dapat menindaklanjuti usulan tersebut,” ujarnya.
 
Sementara itu  Ketua Umum Kowani (Kongres Wanita Indonesia) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan bahwa pihaknya sangat mengharapkan dukungan Komisi X DPR RI agar mendorong pemerintah  segera menindaklanjutinya.
 
"Sebagai  komisi yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan sejarah, kami berharap agar komisi X mendorong pemerintah untuk segera dapat mengabadikan Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional pada momentum 10 November 2017 tahun ini," harapnya.
 
Hal tersebut senada dengan harapan sejarawan Aceh, Pocut Haslinda, yang juga memperkuat usul penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Laksamana Malahayati.
 
Giwo menambahkan, selain rekomendasi dari DPR RI, tantangan yang dihadapi dalam pengusulan tersebut ialah diperlukan surat usulan dari gubernur Aceh yang ditujukan kepada Kemensos sebelum 16 Juni 2017.
 
“Kami berharap gubernur Aceh dapat segera menanggapi surat Kowani tanggal 15 Mei dan 5 Juni lalu, perihal percepatan usulan pahlawan Laksamana Malahayati. Dalam surat tersebut kami menyampaikan adanya arahan dari Mensos RI tentang perlunya surat usulan pencalonan Laksamana Malahayati menjadi pahlawan nasional dari pemerintah provinsi Aceh," tambahnya.
 
Pertemuan ini juga dihadiri keturunan langsung Malahayati, Tengku Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam,  juga cucu Sultan Aceh terakhir, yakni Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah; serta Kolonel TNI AL Syarif.

Teuku Riekfy, yang juga anggota DPR Fraksi Partai Demokrat dari Dapil Aceh, menyampaikan bahwa dalam rapat tersebut, banjir dukungan dari berbagai fraksi, selain Anggota DPR RI turut hadir dalam rapat tersebut para tokoh Aceh, seperti Fikar Weda (budayawan), Royes Ruslan (DPRK Kota Banda Aceh),  dosen Institut Seni dan Budaya Indonesia-Aceh, Dedy Afriadi dan Teuku Afifuddin.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Banda Aceh, Aceh, Umum
wwwwww