Fahri Hamzah Ingin Presiden PKS Diganti, Hidayat Nur Wahid: Partai Kami Sangat Solid

Fahri Hamzah Ingin Presiden PKS Diganti, Hidayat Nur Wahid: Partai Kami Sangat Solid
Politikus PKS, Hidayat Nur Wahid. (Muslikhin/GoNews.co)
Rabu, 07 Juni 2017 00:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Beberapa waktu lalu Politikus Fahri Hamzah meminta jajaran petinggi PKS, khususnya sang presiden partai, Sohibul Iman, diganti.

Menanggapi pernyataan Fahri Hamzah tersebut, Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid terkesan enggan memberikan komentar.

"Soal Fahri Hamzah saya tak mau berkomentar," ujarnya saat menghadiri acara buka bersama di kediaman Ketua DPD RI, Oesman Sapta, Selasa (06/06/2017).

loading...
Namun demikian kata dia, saat ini partainya sangat solid meski 'diserang' Fahri."Solid sekali. Kalau nggak solid, nggak ada kemudian kegiatan-kegiatan yang terus berlanjut di PKS," ujar Hidayat.

Ketika didesak kembali oleh para pewarta, Hidayat lagi-lagi enggan berkomentar lebih lanjut soal Fahri Hamzah dan keinginannya tersebut. Termasuk saat ditanya soal kemungkinan damainya PKS dengan Fahri."Sekali lagi saya tidak komentar tentang Fahri Hamzah," tuturnya.

Di bawah kepemimpinan Presiden Sohibul Iman, PKS memang memecat Fahri dari seluruh keanggotaan partai. Fahri melawan serta menggugat keputusan itu ke PN Jakarta Selatan dan menang.Meski begitu, PKS masih melakukan perlawanan hukum dengan mengajukan banding. Hubungan Fahri dengan PKS memang masih dingin.

Di tengah permasalahan itu, Wakil Ketua DPR tersebut kembali bermanuver menyerang pimpinan PKS.

"Ada banyak generasi di dalam PKS yang mulai sadar bahwa cara mengelola politik seperti PKS sekarang ini adalah salah. Presiden partainya diganti. Nggak bagus orang itu," tutur Fahri, Senin (5/6).

"Saya percaya dan berdoa bahwa kepemimpinan PKS sekarang ini akan segera berganti dengan pemimpin yang mengerti persoalan sehingga bisa mewakili persoalan umat," ucapnya.

Serangan Fahri pun menambah bumbu isu comeback-nya Anis Matta sebagai Presiden PKS. Meski tak mau berbicara gamblang, dia memberikan pujian kepada Anis.

"Partai ini pernah diuji di masa sulit. Kasus LHI (Luthfi Hasan Ishaq) itu terjadi persis setahun menjelang pemilu dan persidangannya, vonis kepada LH hanya 4 bulan menjelang pemilu. Tapi dengan kepemimpinan Pak Anis yang bagus waktu itu, suara kita malah nambah 300 ribu," kata Fahri. ***
wwwwww