Distributor dan Pedagang Naikkan Barang Jelang Idul Fitri akan Ditindak

Distributor dan Pedagang Naikkan Barang Jelang Idul Fitri akan Ditindak
Warga menyerbu lokasi pasar murah yang digelar Dinas Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat, di Beunyot, Kecamatan Juli, Rabu (7/6/2017). [Joniful Bahri]
Rabu, 07 Juni 2017 23:49 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Bireuen, yang terdiri dari Dinas Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Bulog, dan Polres Bireuen, terus memantau harga sembako di sejumlah lokasi.
 
Hngga hari ini, harga bahan pangan dan sembako di Kabupaten Bireuen masih tetap normal. Namun, pemantauan tim Stgas Pangan ini akan terus dilakukan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti.
 
Kemarin, tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Bireuen memantau harga sembako ke kawasan pasar pagi Bireuen.

“Apa bila kedapatan ada yang menaikkan harga secara sepihak, akan kami tindak. Ini sering dilakukan distributor maupun pedagang, menaikkan harga barang menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Kasatgas Pangan yang juga Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto.
 
Sementara itu, Kadis Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen, Darwansyah menambahkan, stok sembako menjelang Idul Fitri di Bireuen sangat mencukupi dan diharapkan pedagang menjual sembako sesuai harga eceran tetap (HET).
 
“Gula pasir, HET-nya Rp 12.500 per kilo, minyak goreng kemasan Rp 11.000 per liter. Tapi hasil temuan kami ada pedagang yang menjual gula pasir Rp 13.000 per kilo dan minyak goreng hingga Rp12.000 per liter, ini sudah di luar harga HET ” katanya.
 
Warga Bireuen Mulai Serbu Pasar Murah

Warga kawasan Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen menyerbu lokasi pasar murah  yang digelar Dinas Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat, di Pasar rakyat Beunyot, Kecamatan Juli, Rabu (7/6/2017). Sejak dibukanya pasar murah itu, warga pesisir selatan ini tetap ikut mengantre guna memperoleh sembako murah yang dijual oleh pemerintah setempat.
 
Kadis Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen, Darwansyah melalui Kepala Seksi Bina Usaha dan Perdagangan Yus Edarni menyebutkan, untuk satu paket sembako murah yang terdiri dari 2 kilogram gula pasir, 2 liter minyak goreng kemasan dan sepuluh butir telur, hanya dijual Rp 51 ribu per paket.

Disebutkan, gula pasir dijual Rp 10.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp10.500  per liter dan telur ayam Rp1.000 per butir.  Setiap warga tetap akan mendapatkan 2 kilogram gula, 2 liter minyak goreng dan 10 butir telur (satu paket) dengan harga Rp 51.000 per paket.
 
Dari ketiga jenis sembako ini, lebih murah Rp 2.500 per kilogram dari harga pasar. Dengan ketentuan hanya memberikan satu paket untuk setiap warga,”  terang Yus Edarni.
 
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Ekonomi, Bireuen
wwwwww