Home > Berita > Aceh

PLN Nego Harga Gas untuk Kapal Genset Raksasa di Belawan

PLN Nego Harga Gas untuk Kapal Genset Raksasa di Belawan
Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik MVPP di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Minggu (21/5/2017). Kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki dengan panjang 300 meter dan lebar 46 meter berkapasitas 240 MW tersebut, diharap
Selasa, 06 Juni 2017 10:02 WIB

MEDAN - Direktur PLN Regional Sumatera Amir Rosidin mengatakan, PLN sedang negosiasi dengan PT Pertamina agar dapat menyalurkan gas transmisi Arun, Lhokseumawe-Belawan untuk bahan bakar gas (BBG) kapal pembangkit listrik Karadeniz Powership Onur Sultan atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) Onur Sultan dari Turki.

"Sementara ini, Kapal MVPP dioperasikan gunakan bahan bakar minyak dulu. Kalau harga gas dapat turun, kami gunakan gas transmisi dari Arun. Jadi kami masih evaluasi dan nego harga gas dengan Pertamina," kata Amir di atas Kapal MVPP, Belawan, Minggu (4/6/2017).

Ia menyampaikan pembangkit Kapal MVPP dioperasikan menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Tapi, MVPP memiliki kemampuan dual fuel yang dapat gunakan BBM jenis heavy fuel oil (HFO) dan BBG.

Baca: Ada Kapal Genset Raksasa, Sumut dan Aceh tak Lagi Padam Selama Puasa

Ads
Belum digunakannya gas untuk pembangkit kapal MVPP karena harga jual gas yang diterima PLN untuk pembangkit cukup tinggi. PLN masih beli gas pembangkit sekitar 10,5 dolar Amerika Serikat//MMBtu.

Adapun MMBtu adalah satuan kalor yaitu million metric british thermal unit. 1 (satu) mmbtu = 28,316 M3 gas alam.

"Kami berharap nego dan evaluasi bisa menurunkan harga gas lebih kecil lagi. Sehingga, penggunaan gas untuk pembangkit listrik dapat maksimal, dan hemat BBM," ujarnya.

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, Tengku Erry langsung meminta Parlindungan Purba, anggota DPD asal Sumut untuk memperjuangkan tingginya harga gas.

"Kita berharap kepada Pak Parlindungan Purba agar memperjuangkan ini bersama pak Menteri ESDM dan Pak Presiden tentunya. Ini harapan kita bersama untuk Sumut," kata Erry merespon Amir Rosidin.

Dari 35 ribu Megawatt proyek nasional, jatah Sumatera Bagian Utara berapa? Erry menjawab Pulau Sumatera mendapat jatah 8.250 Megawatt.

"Beban puncak listrik seluruh Sumatera mencapai 5.500 Megawatt. Jadi jatah yang diberikan hampir double dari beban puncak agar memenuhi kebutuhan listrik," ujarnya.

Ia berharap, bila krisis listrik sudah teratasi maka pelanggan yang masih gunakan ganset beralih ke PLN. Apalagi, tarif listrik PLN masih murah sekitar Rp 960 per Kwh.

"Saya berharap tidak ada lagi pemadaman. Keluhan masyarakat selama ini terjawab. Masalah listrik menjadi perhatian saya dan saya sampaikan juga ke PLN," ungkapnya.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin berharap kehadiran kapal pembangkit ini menjawab keluhan masyarakat terkait pemadaman.

"Saya berharap tidak ada lagi pemadaman. Keluhan masyarakat selama ini terjawab. Masalah listrik menjadi perhatian saya dan saya sampaikan juga ke PLN," ungkapnya. 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:medan.tribunnews.com
Kategori:Aceh, Umum
wwwwww