Pengadaan Mesin Genset di RSUD Galus Rp1,5 Miliar Dinilai Terlalu Besar

Pengadaan Mesin Genset di RSUD Galus Rp1,5 Miliar Dinilai Terlalu Besar
Ilustrasi/net.
Selasa, 06 Juni 2017 23:08 WIB
Penulis: Dosaino
BLANGKEJEREN – Ketua Tim Pemantau Keuangan Negara (PKN) Gayo Lues (Galus), Norman, menilai pengadaan mesin genset Atlas Copco QAS325 Generator, 325 KVA Generator di RSUD setempat, yang nilainya mencapai Rp 1,5 miliar dinilai terlalu besar.

Norman menilai, harga tersebut didugaan sengaja di-mark up, guna mendapatkan keuntungan pribadi maupun orang lain, dari harga pengadaan mesin genset yang sumber dananya dari DAK tahun 2016.

“Saya menilai harga pengadaan genset dengan tipe tersebut terlalu besar dan kuat dugaan di-mark up. Apalagi pengadaannya juga terkesan tertutup dan tidak melalui proses lelang yang transparan, sehingga kami menduga harga ini sengaja ditinggikan, untuk mengambil keuntungan pribadi maupun kelompok. Sekurang-kurangnya mendapatkan fee dari rekanan pengadaan barang,” ujar Norman, Selasa (6/6/2017).

Oleh sebab itu, sambungnya, pengadaan mesin genset di RSUD Galus dengan harga yang fantastis ini, sudah di luar kewajaran dan kini menjadi sorotan pihaknya. 

“Pengadaan mesin genset ini telah mencederai hati rakyat, sebab, di saat rakyat mengalami permasalahan ekonomi, dengan naiknya bahan kebutuhan pokok, listrik dan BBM, pihak RSUD malah belanja barang yang berlebihan. Bahkan tidak mengacu pada harga satuan barang yang wajar,” sesalnya, sembari menambahkan, sejak dibeli mesin genset di RSUD ini sama sekali belum pernah digunakan.

“Sebelumnya saya bersama rekan lainnya, sudah mendatangi pihak RSUD Gayo Lues untuk meminta keterangan barang tersebut. Namun mereka sangat tertutup dan tidak transparan. Padahal, setelah kita cek ke lapangan terkait harga mesin genset dengan tipe dan jenis yang sama, ternyata harga perunitnya tidak sampai Rp 1 miliar,” jelasnya.

Terkait temuannya itu, tim PKN Gayo Lues dalam waktu dekat ini akan melaporkan pihak RSUD terkait temuan mereka ke penegak hukum.

Sementara itu, Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman, melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, mempersilakan tim PKN untuk melaporkan temuannya, karena setiap orang memiliki hak melaporkan hal-hal yang diduga merupakan pelanggaran hukum ke pihak kepolisian, terutama dugaan tindak pidana. Semua warga negera Indonesia memiliki kedudukan yang sama di depan hukum.

“Jadi silakan saja datang, sebab, informasi sekecil apapun akan kami tindak lanjuti. Akan tetapi, informasi yang dilaporkan hendaknya didukung dengan fakta-fakta, bukan merupakan fitnah,” pinta Kasat dan melanjutkan, seluruh masyarakat memiliki andil bersama dalam mengawal pembangunan di Gayo Lues ini.

Editor:Zuamar
Kategori:Gayo Lues, Pemerintahan
wwwwww