Home > Berita > Umum

KAMMI Aceh Pertanyakan RPJM Irwandi-Nova Disebut Tanpa Bidang Agama

KAMMI Aceh Pertanyakan RPJM Irwandi-Nova Disebut Tanpa Bidang Agama
Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad.
Selasa, 06 Juni 2017 23:57 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

 
BANDA ACEH - Berdasarkan informasi yang beredar, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah dikabarkan telah membentuk tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2018-2022. T Setia Budi ditunjuk sebagai Ketua RPJM tersebut dan Teuku Said Mustafa sebagai Wakil Ketuanya.
 
Dalam SK yang beredar itu, tim penyusun RPJM pasangan Irwandi-Nova dibagi menjadi enam bidang yang meliputi Bidang Kesejahteraan Sosial, Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Pembangunan Berkelanjutan, Bidang Ketahanan dan Pangan, Bidang Reformasi Birokrasi dan Sistem Informasi dan Bidang Pertumbuhan Ekonomi.
 
Menanggapi beredarnya SK RPJM ini, Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad, memberikan apresiasi atas gerak cepatnya Irwandi-Nova dalam mempersiapkan RPJM guna membangun Aceh ke depannya. 

"Namun, ada satu hal yang menjadi pertanyaan dari RPJM ini adalah mengapa tidak adanya bidang keagamaan di antara enam bidang yang dibentuk di RPJM," ujarnya kepada GoAceh saat diminta tanggapannya, Senin (6/6/2017).
 
Padahal, lanjut Tuanku, di antara 15 program unggulan Irwandi-Nova ketika kampanye dulu terdapat program Aceh Meuadab, yaitu mengembalikan khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai-nilai ke-Islaman dalam kehidupan sehari-hari. 
 
Untuk itu, pihaknya berharap agar bidang agama bisa dimasukkan ke dalam RPJM Irwandi-Nova. Bidang agama menjadi sangat penting, apalagi Aceh sebagai provinsi yang menjalankan syariat Islam. Sudah seharusnya perkembangan ke-Islaman di Aceh harus menjadi prioritas utama.
 
"RPJM Irwandi-Nova adalah pondasi awal dalam melakukan pembangunan di Aceh ke depannya, maka jika sejak awal masalah agama tidak disebutkan, kita akan ragu jika ke depan ini akan menjadi prioritas," jelasnya secara tegas.
 
Untuk bidang agama, sambungnya, bisa saja digabungkan dengan bidang pendidikan dan budaya sehingga menjadi bidang agama, pendidikan dan budaya atau bidang agama berdiri sendiri. Nantinya dalam tim bidang agama, bisa dimasukkan para ulama-ulama Aceh sebagai pembahasnya.  
 
"Sangat kita sayangkan jika saat ini ulama hanya dilibatkan ketika kampanye dan seremonial saja, sedangkan di saat proses penting seperti RPJM tidak dilibatkan. Ingat, Aceh dulunya bisa berjaya karena di seluruh sendi-sendi kehidupannya berlandaskan Islam. Oleh karena itu, sudah saatnya di RPJM Irwandi-Nova bisa dimasukkan bidang Agama.  Jika ingin Aceh kembali 'meucuhu ban sigom donya'," tambah Tuanku Muhammad.
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Umum, Aceh, Banda Aceh
wwwwww