Kakek Penjual Pisang Dirampok, Warga Berikan Bantuan: Kasihan Baru Laku Satu Sisir, Uang Tabungan Rp1Juta Lebih Lenyap

Kakek Penjual Pisang Dirampok, Warga Berikan Bantuan: Kasihan Baru Laku Satu Sisir, Uang Tabungan Rp1Juta Lebih Lenyap
Istimewa.
Selasa, 06 Juni 2017 23:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAMBI - Perampokan yang terjadi terhadap kakek penjual pisang di sekitaran Gedung Olahraga (GOR) Kota Baru Jambi, menjadi perbincangan masyarakat. Bahkan viral di media sosial.

Setelah vital di media sosial, banyak para warga yang berbondong-bondong menyerahkan bantuan kepada kakek ini.

Dari situs IMCNews.id, yang wartawannya menjumpai kakek penjual pisang itu. Diketahui kakek tersebut namanya Suratman (93 tahun). Kediamannya di Rt 14, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, persis di belakang Gor Kota Baru.

loading...
Dia mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dirinya keluar dari rumah untuk menuju tempat jualan di depan GOR Kota Baru.

Saat keluar ia membawa uang Rp650 ribu. Sesampainya di depan Kantor Satpol PP Kota Jambi, Kakek Suratman dihampiri seseorang dengan memakai mobil dan memberikan uang 200 ribu untuk berzakat.

"Bukan hanya itu saja. Di Simpang Bundaran Kota Baru dirinya kembali dihampiri orang yang menggunakan mobil dan memberikan uang Rp200 ribu juga," ucap Suratman saat ditemui di kediamannya, Selasa (6/6) sore.

Sesampainya di depan gedung Senam Kota Baru, Suratman membereskan jualannya agar tertata rapi. Tidak lama ada mobil Avanza menghampirinya. Dan dari dalam mobil, seseorang mengatakan mau membeli pisang jualannya.

Lanjutnya, Suratman dengan cepat mengantarkan pisang tersebut. Setelah itu pembeli tersebut mengatakan akan membeli banyak pisang, tetapi Suratman diminta masuk ke dalam mobil.

"Saya masuk saja kedalam mobil tanpa rasa curiga, ternyata mau keluar dari mobil pintu terkunci semua. Saya paksa keluar akhirnya bisa, sesampai diluar uang saya semua sudah hilang," terangnya dengan raut wajah sedih.

"Semua yang diberikan orang juga hilang, semua ada Rp 1.050.000 rupiah yang hilang dibawanya, cuma sisa 15.000 uang dia membeli pisang yang dibayar diawal," lanjutnya.

Padahal uang tersebut dikatakan Suratman untuk membayar ongkos memesan kursi untuk lebaran ini. Hingga saat ini kejadian ini belum dilaporkan Suratman dan keluarga ke pihak kepolisian. ***
Sumber:imcnews.id
Kategori:GoNews Group
wwwwww