Jual Nasi di Bulan Puasa, 2 Warga di Banda Aceh Diancam Cambuk

Jual Nasi di Bulan Puasa, 2 Warga di Banda Aceh Diancam Cambuk
Petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh saat mengamankan pembeli dan penjual nasi di Lamdom, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Selasa (6/6/2017). [Safdar S]
Selasa, 06 Juni 2017 16:20 WIB
Penulis: Safdar

BANDA ACEH - Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh mengamankan pria paruh baya yang diduga menjual nasi saat siang hari dalam bulan Ramadan di Lamdom, Kecamatan Lueng Bata, Selasa (6/6/2017).

Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi melalui Kabid Penegakan Syariat Islam, Evendi mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat di salah satu kios pedagang kelontong di Lamdom menjual nasi pada siang hari selama Ramadan.
 
"Berdasarkan laporan tersebut saya bersama tim memantau kios yang dimaksud selama beberapa hari. Kemudian dari pantauan kami dan tim ternyata benar MF melakukan aksinya, padahal Ramadan lalu dia sudah kami tertibkan," terangnya.
 
Menurutnya Ramadan lalu MF juga diamankan petugas karena kedapatan menjual nasi di siang hari, setelah diberikan pembinaan kemudian dilepas lagi.
 
"Nah setelah kami lepaskan MF kembali berbuat hal yang sama, kami beri teguran dan pembinaan kemudian kami lepaskan lagi. Ramadan ini ketangkap lagi, akan kita tindak sesuai qanun yang belaku," tegasnya.
 
Pada saat penyergapan, seorang pembeli berinisial SR warga Bayu terlihat sedang menuju sepeda motornya dengan menggunakan ransel, petugas langsung memberhentikannya dan membawa masuk ke dalam kios MF. Saat dibuka ternyata tas tersebut berisi 10 bungkus nasi.
 
"Tadi baik SR maupun MF sempat berusaha mengecoh petugas, namun karena kita memiliki bukti yang kuat sehingga keduanya kita bawa ke Polsek Lueng Bata kemudian kita bawa ke kantor Satpol PP dan WH guna pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.
 
 
Menurutnya kedua pelaku melanggar Qanun? Nomor 11 Tahun 2002 Pasal 10 Jo 22 tentang Aqidah, Ibadah dan Syi'ar Islam.
 
"Ancaman hukuman terhadap penyedia tempat dan makanan hukumannya 6 kali cambukan, masa kurungan satu tahun dan denda Rp3 juta. Sementara untuk pembeli dengan ancaman 3 kali cambuk dan kurungan 6 bulan penjara," ujarnya.
 
Operasi penegakan syariat Islam ini juga dibantu oleh Koramil dan Polsek setempat, walau sempat menolak digelandang petugas, akhirnya MF dan SR tetap diamankan petugas. 
 
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Banda Aceh, Umum
wwwwww