Motor Ditahan, Puluhan Orang Tua Datangi Mapolres Abdya

Motor Ditahan, Puluhan Orang Tua Datangi Mapolres Abdya
Para orang tua mendatangi Mapolres Abdya untuk menanyakan kejelasan motor milik anaknya, Senin (5/6/2017). [T Musnizar]
Senin, 05 Juni 2017 14:23 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Puluhan orang tua mendatangi Mapolres Aceh Barat Daya (Abdya) untuk mempertanyakan kejelasan terkait motor anaknya yang diamankan saat razia balap liar. Menurut mereka, hal tersebut merupakan tindakan salah tangkap.

Salah seorang warga Alue Pisang, Kecamatan Jeumpa, Mardiana kepada GoAceh, Senin (6/5/2017) menuturkan, saat razia balap liar yang dilakukan oleh personel gabungan dari Mapolres Abdya, anaknya hanya kebetulan lewat dan menonton aksi balapan itu.

Baca: Lagi, Satlantas Polresta Banda Aceh Amankan 6 Pembalap Liar

loading...
“Anak saya tidak ikut balap, hanya nonton sambil lewat,” akunya.

Herman, warga Kecamatan Setia juga mengakui hal yang sama. Menurutnya, hampir semua motor yang diamankan tersebut milik mereka yang sengaja maupun tidak segaja ada di lokasi saat razia.

“Yang anehnya, penonton diamankan, sedangkan jokinya bebas berkeliaran,” tegasnya.

Herman juga mengakui, kedatangan pihaknya ke Polres tersebut atas panggilan dari personel Satlantas Abdya yang mengatakan hari ini (Senin) akan dijelaskan terkait kejelasan motor yang diamankan itu.

 “Hari ini katanya ada kejelasan kapan bisa ambil motornya,” sebutnya singkat.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Aceh Barat Daya (Abdya), Iptu RJ Agung Pratomo menyebutkan, sesuai arahan pimpinan, motor-motor yang diamankan itu akan diserahkan kepada pemiliknya sehabis lebaran mendatang.

“Perintah Kapolres, barang bukti akan diserahkan bagi kendaraan yang lengkap surat-suratnya sehabis hari raya untuk memberikan efek jera,” tegas Agung kepada GoAceh.

Baca: Polisi Amankan 3 Unit Sepmor Saat Balapan Liar

Agung juga menyebutkan, untuk pengambilan motor tersebut, pihak orang tua harus membuat surat pernyataan bersama yang diketahui keuchik, kepala sekolah dan pengemudi saat diamankan.

“Karena hampir semua pelaku masih sekolah, maka kita haruskan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi yang ditandatangani pihak sekolah,” sebut Agung.

Terkait dengan tudingan salah tangkap, Agung menegaskan, semua barang bukti yang diamankan adalah hasil tangkapan di semak-semak.

“Jika memang tidak melakukan, tidak mungkin lari, sedangkan yang tidak lari setelah kita periksa kita bebaskan,” ucapnya.

Lebih lanjut Agung mengakui, pada saat razia di Komplek Pendidikan Padang Meurante itu, pihaknya bersama personel gabungan mengamankan ratusan kendaraan di lokasi, namun karena tidak terbukti melanggar, sejumlah kendaraan tersebut dibebaskan.

Baca: Polres Bireuen Amankan Puluhan Sepmor di Lokasi Balap Liar

Editor:Yudi
Kategori:Hukrim, Aceh Barat Daya
wwwwww