Jaksa Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Dugaan Korupsi di Kemenag Aceh

Jaksa Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Dugaan Korupsi di Kemenag Aceh
Kajari Banda Aceh Husni Thamrin di dampingi Kasi Pidana Khusus Kejari Banda Aceh Muhammad Zulfan [Safdar S]
Senin, 05 Juni 2017 22:07 WIB
Penulis: Safdar S
BANDA ACEH - Kejaksaan Negeri Banda Aceh menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada perencanaan pembangunan Kantor Kanwil Kemenag Aceh tahun anggaran 2013. Hal tersebut diungkapkan Kajari Banda Aceh, Husni Thamrin kepada wartawan, Senin (5/6/2017).
 
Ke dua tersangka itu masing-masing PPTK Kanwil Kemenag Aceh dan rekanan perencanaan pembangunan gedung baru Kanwil Kemenag Aceh yang juga Direktur Supernova. 
 
"Kedua tersangka tersebut adalah PPTK Kanwil Kemenag Aceh, Yuliardi dan rekanan perencanaan pembangunan gedung baru Kanwil Kemenag Aceh Direktur Supernova, Hendra Saputra," bebernya.
 
Kasi Pidana Khusus Kejari Banda Aceh Muhammad Zulfan menambahkan, dugaan kerugian negara dalam kasus ini terletak pada perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan dengan nilai pagu Rp 1,2 miliar dan kontrak Rp 1,16 miliar. 
 
 
"Besaran kerugian keuangan negara belum bisa kami samapaikan," katanya. Dia menjelaskan, bahwa dalam perkara tersebut pihaknya telah memeriksa 31 orang saksi termasuk Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh. 
 
"Para saksi-saksi tersebut berdomisili di berbagai daerah di seluruh Indonesia, ada yang di Banda Aceh, Medan, Jakarta, Bandung, Jambi dan beberapa daerah lainnya," ungkapnya.
 
Dikatakan dia, para saksi yang berada di luar daerah tersebut diperiksa karena dicantumkan namanya sebagai ahli yang digunakan oleh Perusahaan Supernova. 
 
"Mereka diperiksa terkait Surat Keterangan Ahli (SKA), karena perusahaan dalam kontrak menggunakan jasa mereka apakah benar atau tidak, ini sedang kami periksa. Selain SKA, dugaan korupsi terjadi pada paket pekerjaan fiktif, di mana pekerjaan tersebut terdapat dalam perencanaan, namun tidak dikerjakan tapi anggaran dicairkan, ini dua indikasi korupsinya," jelasnya.
Editor:Zuamar
Kategori:Hukrim, Aceh, Banda Aceh
wwwwww