Hakim Vonis Pelaku Pencurian Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Hakim Vonis Pelaku Pencurian Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa
Sidang vonis kasus pencurian di Pengadilan Negeri Blangkejeren, Senin (5/6/2017). [Dosaino]
Senin, 05 Juni 2017 18:18 WIB
Penulis: Dosaino

BLANGKEJEREN - Hakim Pengadilan Negeri Blangkejeren, Arizal Anwar menjatuhkan vonis lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada dua pelaku pencurian inisial KA (15) dan RC (15). Kedua terdakwa yang masih berstatus pelajar ini, divonis bersalah dan dihukum penjara setelah menjalani beberapa kali persidangan. 

Bahkan dalam persidangan itu, kedua terdakwa juga mengakui perbuatannya melakukan pencurian terhadap korban (Samsidar) di seputaran Jalan Porang Buntul Gading Kecamatan Blangkejeren.

"Karena sah dan terbukti melakukan tindak pidana pencurian dan merugikan korban (Samsidar) senilai Rp10 juta lebih, maka kedua terdakwa dijatuhi hukuman penjara. Untuk pelaku KA dituntut 2 tahun penjara, sedangkan RC setahun penjara," kata Hakim saat membacakan putusan sidang di ruang sidang anak Pengadilan Negeri Blangkejeren, Senin (5/6/2017).

loading...
Dikatakannya, hukuman KA lebih tinggi jika dibandingkan dengan RC, pasalnya, terdakwa KA sudah pernah ditahan selama 4 bulan dalam kasus yang sama, sedangkan RC belum pernah.

Apalagi, pelaku (KA) ini juga sudah beberapa kali melakukan tindak pidana pencurian, tetapi tidak sampai ke pengadilan.

"Untuk pelaku anak di bawah umur, vonis yang dijatuhkan ini sudah tinggi dan sudah memenuhi unsur keadilan," ungkap hakim seusai sidang.

Ditempat yang sama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Blangkejeren, Alamsyah Budin, menjelaskan, dirinya menuntut kedua pelaku dengan tuntutan 10 bulan penjara bagi KA dan 3 bulan penjara bagi RC.

Selain pertimbangan masih duduk di bangku sekolah, juga karena dalam persidangan sebelum putusan hari ini, kedua pelaku dan orang tua berjanji ingin berdamai dengan korban, dan bersedia mengganti segala kerugian yang dialami korban.

Akan tetapi, ternyata mereka tidak melakukan perdamaian tersebut, sehingga hukuman yang diberikan hakim, jauh lebih berat dari tuntutan. 

Namun saat ditanyakan kepada terdakwa apakah dirinya akan banding dengan keputusan hakim ini, ia mengaku pikir-pikir dulu.

Kemudian Samsidar yang merupakan saksi korban dalam persidangan tersebut, mengaku puas dengan putusan hakim ini.

"Saya puas dengan putusan hakim, bukan seperti tuntutan JPU, hanya 10 bulan dan 3 bulan penjara. Itu kan tuntutan yang sangat ringan dan tak memikirkan perasaan kami sebagai korban," ungkapnya.

Editor:Yudi
Kategori:Gayo Lues, Hukrim
wwwwww