WH bukan Dibubarkan tapi Dioptimalkan Kinerjanya

WH bukan Dibubarkan tapi Dioptimalkan Kinerjanya
Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Amiruddin Yahya.
Minggu, 04 Juni 2017 12:21 WIB
Penulis: Dedek

LANGSA - Terkait permintaan agar petugas Wilayatul Hisbah (WH) dibubarkan, itu bukan solusi cerdas dan bukan ‘golden way’. Tapi, solusi yang paling baik adalah mengoptimalkan fungsi institusinya dalam berbagai aspek. 

"Saya kira, langkah evaluasi sangat diperlukan untuk mengoptimalkan insitusi WH, baik dari aspek struktur, kultur dan aparaturnya harus dibenahi agar kelembagaan menjadi lebih kuat dan berwibawa," sebut Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Amiruddin Yahya, kepada GoAceh, Minggu (4/6/2017).

Baca

loading...
FPRM Kecam Aksi Pemukulan Anggota WH Langsa

Wakil Wali Kota Langsa Sesalkan Pemukulan Anggota WH

Ia menjelaskan, kehadiran WH secara institusi merupakan konsekuensi dari pelaksaan syariat Islam di Aceh. Kapasitas WH sebagai garda terdepan penegakan syariat Islam, tentu bukan tugas biasa, namun merupakan tugas berat. 

"Sebenarnya banyak harapan besar pada institusi WH agar sukses dalam tugasnya, meskipun dapat dipahami adanya hambatan-hambatan yang dihadapi," ucapnya.

Baca

Tertibkan Pedagang Makanan Buka Puasa, 2 Anggota WH Langsa Dipukul

Ini Langkah WH Aceh Utara Untuk Minimalisir Pelanggaran Syariat Islam

Ia menambahkan, diperlukan evaluasi secara sistemik, terukur dan berkelanjutan terkait eksistensi WH. Setidaknya upaya evaluasi dapat dilakukan dalam beberapa hal, seperti, standar operasional prosedur, kinerja beorientasi kepada kualitas, dan memperbaiki sistem rekrutmen personil WH.

Selain itu juga memberikan pemahaman hukum Islam secara komprehensif kepada personel, dan mempertegas komitmen moral yang syariah. 

“Hal ini perlu dilakukan mengingat tugas WH adalah tugas prophetik, tugas mulia dan harus menjadi rahmat bagi masyarakat. Karena itu, WH harus mempunyai  bekal ilmu yang cukup dan berpengetahuan terkait keagamaan dan social,” katanya.

Tokoh Muda Langsa ini juga mengingatkan, bahwa pelaksaan syariat Islam bukan serta merta menjadi tugas dinas syariat Islam semata. Tetapi semua pihak tanpa terkecuali harus berperan aktif untuk membantu agar terbangunnya persepsi yang sama. Untuk itu dibutuhkan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam semua tingkatan. 

Disamping itu, sambungnya, agenda-agenda religi dinas syariat islam harus disosialisasi secara luas kepada masyarakat, supaya semua pihak dapat mengetahui dengan baik.  

"Sehingga di masa yang akan datang tidak terjadi kesalahpahaman tentang fungsi WH. Dan pelaksanaan syariat Islam seperti yang dicita-citakan dapat terwujud dalam kehidupan pribadi dan sosial," tutup alumni program doktor pascasarjana Universitas Islam Negeri, Sumatera Utara.

Editor:TAM
Kategori:Langsa, Umum
wwwwww