Pro Kontra Tri Rismaharini, Pilih Jadi Gubernur Jatim atau Berkarier ke Tingkat Nasional

Pro Kontra Tri Rismaharini, Pilih Jadi Gubernur Jatim atau Berkarier ke Tingkat Nasional
Istimewa.
Minggu, 04 Juni 2017 16:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SURABAYA - Pro kontra kembali mencuat pada nama Tri Rismaharini. Setelah sebelumnya pro kontra pengusungan Risma pada Pilgub Jakarta, kini nama Tri Rismaharini kembali menjadi buah bibir warga kota Surabaya terkait momen Pilgub Jatim 2018.

Sebagian masyarakat Surabaya mengaku setuju, sebagian lainnya menolak dan memilih tetap dipimpin oleh walikota perempuan pertama di Surabaya ini.

Bahkan beberapa kalangan berpendapat bahwa walikota dengan sederet penghargaan tersebut lebih layak untuk didudukan pada kursi kepemimpinan yang lebih tinggi.

loading...
Seperti yang disampaikan oleh pendiri komunitas bicara Surabaya Budi Sugiharto. Dalam hal ini, Budi menilai bahwa kapasitas dan integritas Risma dinilai lebih pantas jika memimpin Indonesia.

Ads
"Kolam Jawa Timur terlalu kecil buat Bu Risma, Bu Risma for Indonesia," kata Ketua Komunitas Bicara Surabaya Budi Sugiharto kepada wartawan, Minggu (4/6/2017).

Selama memimpin Kota Surabaya hingga dua periode, kerja keras dan kerja cerdas Risma sudah dirasakan masyarakat, Surabaya hingga dunia internasional.

Bahkan perusahaan sekaliber facebook, instagram dan twitter sempat mengundang Risma ke Amerika. Beberapa pertemuan kelas dunia, yang terakhir di London meminta Risma untuk berbagi resep mengelola kota hingga masalah sampah.Begitu pula ketika UN Habitat tentang penataan kota, Surabaya dipercaya menjadi tuan rumah. Forum penting berkelas internasional itu membuat masyarakat Surabaya berbangga.

Di tingkat Nusantara, nama Risma dalam memimpin Kota Pahlawan sangat dikenal dan menjadi percontohan dari sisi pengelolaan pemerintahan yang bersih dan anti korupsi.

Sistem dan birokrasi yang dibangun Risma juga mengantar Pemkot Surabaya menjadi tauladan kota/kabupaten lain di Tanah Air."Segudang terobosan dan inovasi yang menjadikan Surabaya hebat telah dibuktikan. Jadi Ibu Risma lebih layak sebagai pemimpin nasional," kata Budi Sugiharto.

Dari Sabang hingga Merauke, nama Risma cukup populer. Yang terakhir, warga Papua menobatkan perempuan yang menjadi wali kota pertama di Surabaya itu sebagai 'Mama Risma'.

Risma dengan warga Papua begitu dekat dan menjadi satu keluarga. Saat HUT ke 724 Surabaya, 22 pelajar Papua datang secara khusus ke Surabaya untuk memberikan kado tarian di saat upacara di Balai Kota Surabaya, 31 Mei lalu.

DPP PDIP juga tidak menutup mata terhadap Risma yang bak magnet tersebut. Pada Pilkada serentak 2017, Risma juga ditugaskan keliling dari Aceh hingga Papua untuk menularkan program-program dan inovasi Kota Surabaya.

PDIP ingin memamerkan kadernya tersebut sukses membangun dan mensehterakan warga Surabaya. "Apa warga Surabaya rela jika Bu Risma cuma memimpin Jawa Timur?" tanya Budi Sugiharto.

Uglu, panggilan khas pria kelahiran Bojonegoro ini menyarankan agar PDIP mengusung kader atau tokoh lainnya yang masih banyak di berbagai daerah di Jawa Timur.

"Mencalonkan Bu Risma sebagai gubernur Jatim ini sama saja mengkerdilkan sosok Bu Risma yang jejaknya sudah mendunia. Didorong jadi cagub DKI Jakarta saja menolak, apalagi Jawa Timur," kata Uglu.

Uglu menyakini jika masyarakat Surabaya akan mengihklaskan Risma jika untuk memimpin Indonesia, bukan Jawa Timur. Tapi jika dipaksa maju Pilgub Jatim diperkirakan akan terjadi penolakan keras. "Jika Bu Risma untuk Indonesia, InsyaAllah masyarakat Surabaya akan mengantar Bu Risma," katanya. ***
wwwwww