Menteri Perdagangan Tak Peduli Harga Jengkol Melonjak, Ucok Sky Khadafi: Jokowi Harus Evaluasi Enggartiasto

Menteri Perdagangan Tak Peduli Harga Jengkol Melonjak, Ucok Sky Khadafi: Jokowi Harus Evaluasi Enggartiasto
Ilustrasi. (net)
Sabtu, 03 Juni 2017 17:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pernyataan Enggartiasto Lukita yang tidak mempedulikan naiknya harga jengkol di pasaran menjadi bukti dirinya tidak punya kapasitas sebagai menteri perdagangan.

"Putus asa itu menteri perdagangan, tidak bisa menangani kenaikan harga jengkol yang bisa sampai selangit. Selain itu, kenaikan harga jengkol telah memperlihatkan bahwa Enggartiasto Lukita tidak punya kapasitas sebagai menteri perdagangan," ujar pengamat anggaran Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/6/2017).

Untuk itu, dia menyarankan agar Presiden Joko Widodo segera mengevaluasi Enggartiasto dari posisinya di Kabinet Kerja.

loading...
"Ini menandakan PR (pekerjaan rumah) bagi Presiden Jokowi untuk segera evaluasi dan pecat saja. Masak sih bicara seorang menteri masa bodo kepada satu kasus kenaikan harga," tegas direktur Indonesia Center Budget Analyis (CBA).

Harga jengkol pada awal Ramadhan melonjak tinggi mencapai Rp 70.000 hingga Rp 85.000 per kilogram di Ibu Kota Jakarta. Bahkan, di Jambi terpantau harga jengkol tembus Rp 120.000 per kilogram.

Harga acuan tertinggi (HET) ditetapkan Kemendag untuk komoditas pangan dalam mengatasi lonjakan harga saat Ramadhan dan Lebaran. Ketiga bahan pokok yakni gula pasir semua merek Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng curah kemasan sederhana Rp 11.000 per kilogram, dan daging kerbau beku Rp 80.000 per kilogram.

Sedangkan, harga maksimal yang juga ditetapkan namun belum masuk Permendag adalah bawang putih dengan harga maksimal Rp38.000 per kilogram. Namun, harga HET belum mampu menekan harga di pasar tradisional karena harga terpantau masih lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah. ***
wwwwww