Cuaca Ekstrem, Syahbandar Tapaktuan Warning Nelayan dan Kapal Feri

Cuaca Ekstrem, Syahbandar Tapaktuan Warning Nelayan dan Kapal Feri
Petugas Syahbandar Tapaktuan sedang memonitor prakiraan cuaca di website yang dilansir BMKG melalui perangkat komputer, Sabtu (3/6/2017). [Hendrik]
Sabtu, 03 Juni 2017 14:05 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Syahbandar Tapaktuan telah mengeluarkan peringatan (warning) untuk para nelayan di daerah itu termasuk jasa angkutan penyeberangan kapal feri rute Labuhanhaji-Sinabang agar meningkatkan kewaspadaan saat berada di laut.

Peringatan itu disampaikan menyusul sedang berlangsungnya cuaca ekstrem di perairan laut Samudera Hindia sesuai hasil pantauan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisiki (BMKG).

Baca: Cuaca Ekstrim, Nelayan di Aceh Selatan Sudah Sepekan Tidak Melaut

loading...
Kepala Syahbandar Tapaktuan, Selamat Riadi mengatakan, berdasarkan hasil prakiraan cuaca yang dilansir BMKG, terhitung sejak tanggal 3-9 Juni 2017 mendatang, tinggi gelombang di perairan laut daerah setempat berkisar antara 1,5 hingga 4 meter dengan disertai angin kencang dan badai.

"Kondisi cuaca seperti itu sangat membahayakan keselamatan pelayaran. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan di laut, maka kami mengeluarkan peringatan kepada masyarakat luas khususnya nelayan agar menghentikan dulu kegiatan melaut," kata Selamat Riadi kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu (3/6/2017).

Jika pun tetap ada oknum nelayan tertentu melaut demi untuk memenuhi kebutuhan ikan dalam bulan Ramadan, pihak Syahbandar Tapaktuan mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan dengan melengkapi diri menggunakan perlengkapan keselamatan seperti baju pelampung.

Selain peringatan kepada nelayan, pihak Syahbandar Tapaktuan juga telah mengeluarkan peringatan kepada ASDP Feri Indonesia agar segera menunda keberangkatan kapal feri yang mengangkut penumpang dari Pelabuhan Penyeberangan Labuhanhaji, Aceh Selatan tujuan Sinabang, Kabupaten Simeulue, jika kondisi cuaca tidak mendukung.

Hal itu sudah dibuktikan dengan kejadian yang dialami KMP Labuhanhaji saat sedang berlayar dari Sinabang tujuan Labuhanhaji pada Rabu (31/5/2017) lalu.

Baca: Cuaca Ekstrim di Galus, 4 Rumah Rusak

Kapten kapal melaporkan, disaat kapal sudah berada di tengah laut, sempat dihantam gelombang setinggi 4 meter.

Akibat kejadian itu, jadwal keberangkatan kapal feri dari Labuhanhaji tujuan Sinabang sempat ditunda.

“Kondisi penundaan tersebut kemungkinan besar juga akan terulang kembali ke depannya tergantung kondisi cuaca. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar bersabar dan mengerti duduk persoalannya," ujar Selamat Riadi.

Menyikapi kondisi cuaca sedang buruk tersebut, Syahbandar Tapaktuan juga telah mempersiapkan kapal patroli di Pelabuhan Bongkar Muat Barang Tapaktuan.

Sehingga, jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di laut terutama boat-boat nelayan, cepat diberikan bantuan penyelamatan.

Baca: Cuaca Ekstrim, Nelayan di Lhokseumawe Tidak Bisa Melaut

Editor:Yudi
Kategori:Aceh Selatan, Umum
wwwwww