Astaga...Diduga Banyak Hutang, Seorang Kakek Pilih Mengakhiri Hidupnya

Astaga...Diduga Banyak Hutang, Seorang Kakek Pilih Mengakhiri Hidupnya
Ilustrasi. (net)
Sabtu, 03 Juni 2017 23:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sore itu, Jumat (2/6) tepat pada jam 17.00, Ata (56) mendorong gerobak mie ayamnya ke persimpangan Jalan Bangau I dan IV tempat ia biasa menjajakan dagangannya.

Betapa kagetnya ia ketika melihat ada keramaian di dalam Gang Jalan Bangau I. Gang sempit selebar tak lebih dari 2,5 meter itu dikerumuni warga yang masuk ke dalam rumah bewarna cat krem.

Rumah itu didiami oleh mantan RT 007/014 bernama Johan Santoso (76), seorang kakek yang tinggal bersama istri beserta adiknya, Kongsiung (65).

Kongsiung panik meminta pertolongan warga sekitar. Mukanya memerah sambil menahan tangis, hal yang dikatakannya pun tak bisa dicerna oleh Ata.

Ads
"Ya namanya juga kakaknya meninggal, panik juga mungkin, walau gelagapan sambil nangis tapi kami ngerti maksudnya kalau Pak Johan meninggal," ujar Ata di Jalan Bangau I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6).

Pihak kepolisian kemudian mendatangi kediaman Johan yang meninggal gantung diri di kamarnya yang terletak di lantai 2.

Tak ada pesan apapun yang ditinggalkan Johan sebelum mengakhiri hidupnya. Sampai saat ini, warga masih menduga-duga kematian Johan.

"Saya dengar-dengar saja dari warga. Katanya beliau depresi, karena banyak hutang. Minjamnya bukan sama orang luar (komplek). Sama teman-temannya dia yang tinggal di dekat sini," katanya.

Dugaan tersebut semakin santer terdengar di telinga warga lantaran Ata menyebutkan bahwa seorang warga yang dihutangi Johan juga mendatangi lokasi kediamannya ketika jenazah Johan sudah dipindahkan ke RSCM.

"Mungkin dia malu kalau minjem ke anak-anaknya untuk bayar hutang. Padahal tiga anaknya ya orang berada semua," ungkapnya.

Johan di mata warga sekitar

Maman (55) menyatakan Johan dikenalnya sebagai seorang sosok yang ramah dan baik hati. Hal tersebut tercermin dari sikap Johan yang akrab dengan warga sekitar di setiap harinya.

"Dia (Johan) kan manta ketua RT, kurang lebih 10 tahun menjabat. Sering kok nongkrong di depan sini sambil makan nasi uduk. Sering bayarin orang juga kalau makan," kata Maman.

Ia tidak menyangka Johan meninggal bunuh diri. Padahal menurut Maman, dikesehariannya Johan tak terlihat seperti orang yang sedang dirundung banyak masalah.

"Ya biasa aja, klo orang stres kan kelihatan banyak pikirin. Almarhum gak begitu kok. Santai-santai saja sebelum meninggal. Masih urus istrinya, kan udah lama (istrinya) gak kuat jalan. Pak Johan sehat-sehat saja," ujarnya.

Jenazah Johan akan dikebumikan di TPU Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (7/6) mendatang. Lamanya proses pemakaman dikarenakan pihak keluarga harus melaksanakan adat tradisi kedaerahannya terlebih dahulu. ***
Sumber:tribunnews.com
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww