Asgara Telusuri Kasus Pembacokan Keuchik di Baktiya

Asgara Telusuri Kasus Pembacokan Keuchik di Baktiya
Pertemuan Ketua Asgara, Muksalmina dengan para keuchik se kemukiman Panteu Breuh, Kecamatan Baktiya, Sabtu (3/6/2017). [Jamaluddin Idris].
Sabtu, 03 Juni 2017 04:47 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Asosiasi Geusyik Aceh Utara (Asgara) turun langsung ke lapangan untuk menelusuri kasus pembacokan yang menimpa Keuchik Gampong Tanjoeng Geulumpang, Samaun Yusuf, Sabtu (3/6/2017).

Informasi diperoleh GoAceh dari Polsek Baktiya menyebut, korban dibacok oleh Ketua Tuha Peut desa itu, Abdullah setelah terlibat adu mulut dengan korban terkait masalah jerih aparat gampong, Jumat (2/6/2017) kemarin.

"Pascakejadian, kita turun langsung menginvestigasikan kasus itu. Menemui keuchik yang bersangkutan dan ditemani keuchik lain se kemukiman Panteu Breuh," kata Ketua Asgara, Muksalmina kepada GoAceh.

loading...
Muksalmina mengaku sangat prihatin dengan kejadian seperti itu. Ia berharap penegak hukum dapat memproses kasus itu sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Sungguh ironis kejadian seperti ini terus terjadi dan keuchik selalu menjadi korban. Pada dasarnya ini terjadi akibat telatnya pembayaran jerih keuchik dan aparatur gampong. Untuk itu, maka pentingnya penegakan hukum dilakukan seadil-adilnya, sehingga hal seperti ini tidak terulang kembali," ujar Muksalmina.

Dalam pertemuan tersebut, kata Muksalmina, para keuchik meminta Asgara terus mengawal kasus itu hingga tuntas, sehingga melahirkan rasa keadilan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Tadi para keuchik mengeluh perihal keterlambatan pencairan jerih, sehingga keuchik menjadi korban. Sementara perlindungan dari Pemerintah untuk Desa sangat terbatas bahkan hampir tidak ada," tutur Muksalmina.

Untuk kesekian kalinya, Asgara meminta supaya pemerintah tidak lagi memperlambat proses pencarian APBG Gampong 2017.

"Begitu juga kita berharap kepada seluruh aparatur gampong untuk selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan semua persoalan yang terjadi di gampong. Baik itu permasalahan internal pemerintah maupun kemasyarakatan," pungkasnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB sore kemarin itu berawal saat korban hendak memberikan uang jerih aparat desa kepada pelaku.

"Korban baru pulang ambil uang jerih. Lalu menemui tersangka dan mengatakan bahwa uangnya sudah ada. Korban meminta pelaku harus mengambil di rumah lantaran ada hal yang harus ditandatangani," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Baktiya, Iptu Suparyo, Jumat (2/6/2017) kemarin.

Lalu, kata Suparyo, pelaku mendatangi kediaman Bendahara Gampong, Mardani untuk menanyakan perihal jerih yang belum diantar kepada dirinya. Waktu itu, kata dia lagi, bendahara gampong mengaku tidak ada uang yang diserahkan oleh korban kepada dirinya.

"Kemudian pelaku menjumpai korban. Di sana, terjadilah adu mulut. Kemudian secara seketika pelaku langsung membacok korban di bagian kepala," ucap Suparyo saat dihubungi GoAceh.

Korban kemudian mendatangi Puskesmas Baktiya untuk mendapat perawatan dan visum dokter. Selanjutnya barulah membuat laporan ke Polsek setempat.

"Untuk saat ini, tersangka dan barang bukti sudah kita amankan ke Polsek. Tersangka kita jemput setelah mendapat kabar dari korban," kata Suparyo.
wwwwww