Home > Berita > Umum
Feature

Simak Cara Meramu Kanji Rumbi, Sajian Lezat di Bulan Puasa

Simak Cara Meramu Kanji Rumbi, Sajian Lezat di Bulan Puasa
Warga Gampong Rhem Timu, Simpang Mamplam, Bireuen mengambil sajian Kanji Rumbi setelah dimasak, di meunasah gampong setempat, foto direkam, Kamis (1/6/2017). [Joniful Bahri]
Jum'at, 02 Juni 2017 16:04 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Kanji Rumbi adalah sejenis bubur dengan citarasa unik di Provinsi Aceh, mirip dengan bubur ayam yang dijual di kota-kota besar lain di Indonesia.
 
 
Selain penganan lain, kanji rumbi  selalu menjadi hidangan utama bagi masyarakat saat berbuka di bulan Ramadan, baik di rumah, meunasah maupun di masjid-masjid.
 
Selama ini, tradisi memasak kanji rumbi dilakukan secara bergotong royong. Bahan-bahan yang diperlukan juga dikumpulkan bersama-sama oleh petua gampong dari rumah ke rumah. 
 
Adonan kanji ini tak hanya terbuat dari campuran rempah-rempah, beras dan sayur sayuran. kanji  rumbi juga sering disajikan dan dibumbui udang atau daging ayam maupun daging kambing
 
Setelah dimencicipi, maka kelezatan kanji rumbi sangat kentara rasanya. Kasiatnya juga dipercaya dan berkhasiat sebagai obat ampuh bila masuk angin.
 
Di Kabupaten Bireuen. Menu masakan kanji rumbi yang menjadi tradisi saat berbuka puasa, awalnya hanya bisa dijumpai di tempat tertentu, terutama di pedalaman gampong-gampong wilayah barat Bireuen, tapi saat ini sudah merambah di meunasah-meunsah kawasan perkotaan.
 
Pada bulan Ramadan seperti sekarang ini, kanji rumbi disediakan secara gratis di meunasah maupun masjid-masjid sebagai makanan berbuka puasa bersama. 
 
"Biasanya, bahan adonan kanji rumbi yang kami ramu terdiri dari beras, santan kelapa, sayuran, daging ayam atau sapi atau daging kambing bumbu dan rempah yang disatukan dalam sebuah kuali besar itu harus diramu khusus,” kata seorang juru masak kanji di warga Keudee Aceh, Samalanga, M Ali  kepada GoAceh, Jumat (2/6/2017).
 
Menurutnya, bahan-bahan yang diperlukan untuk kanji rumbi diantaranya bawang merah, bawang putih, jahe, lada, ketumbar serta jintan manis.
 
 
Selanjutnya diberi penyedap bahan rempah-rempah khas Aceh seperti, Kapulaga, cengkeh, cengkeh bunga, kayu manis, serta serai, kelapa, garam, minyak makan, daun pandan wangi, gapu naga, daun sop.  
 
Setelah seluruh bahan dilengkapi, adonan kanji rumbi terdiri dari beras, santan kelapa, sayuran, daging atau udang kering, bumbu dan rempah lainnya yang disatukan dalam sebuah kuali besar itu harus tetap diramu khusus.
 
"Bila ingin masakan kanji rumbi lebih lezat lagi, maka bisa ditambah sayuran dan penyedap lain, sesuai selera," terannya.
 
 
Waktu yang dibutuhkan memasak kanji rumbi,  tambah dua hingga tiga jam sehingga lebih matang dan meresap seluruh bahan yang digunakan.
 
Bagi masyarakat pedalaman Bireuen, penganan kanji rumbi ini sudah mnejadi tradisi turun temurun. Bahkan hampir semua meunasah dan masjid tetap menyiapkan makanan khas ini.
 
"Setelah kita mencicipinya, maka kelezatan kanji rumbi sangat kentara rasanya, apalagi bila kanji rumbi ini disajikan yang bumbui udang atau daging ayam danndaging kambing, maka rasanya luar bisa", sebut seorang tokoh masyarakat Peulimbang Keuchik Yusuf.

 
 
Kelebihan lain dari menu ini, kanji rumbi yang terbuat dari rempah-rempah berkhasiat mengobati sakit flu, berbagai penyakit kulit, anti bakteri dan jamur, untuk mengurangi nyeri haid, dan bisa menghilangkan masuk angin akibat perut kembung serta daya tahan tubuh. 
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Bireuen
wwwwww