Gara-gara Kain Penutup Warung, Kakek dan Nenek Pedagang Sate Maranggi Berurusan dengan Polisi

Gara-gara Kain Penutup Warung, Kakek dan Nenek Pedagang Sate Maranggi Berurusan dengan Polisi
Istimewa.
Jum'at, 02 Juni 2017 21:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PURWAKARTA - Suami istri pedagang Sate Maranggi di Desa Cibogo Hilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Supriadi (60) dan Anoh (50) tak menyangka bendera mirip Timor Leste yang ia jadikan penutup di warungnya berakhir dengan masalah.

Sejak seminggu terakhir, bendera yang disangkanya spanduk bekas itu ia gunakan di warungnya. Tak lama, polisi dari Polsek Plered menghampiri warungnya, kemudian menyita bendera tersebut.

Secara kasat mata, bendera itu memang hampir sama dengan bendera negara yang melepaskan diri dari Indonesia pada 1999 itu.

loading...
Bentuk design dan adanya gambar satu bintang di bendera dengan paduan warna putih, merah, dan biru tua.

Hanya saja, yang membedakan di bendera yang digunakan suami istri berusia setengah abad itu terdapat warna putih. Sedangkan, bendera Timor Leste didominasi warna merah, hitam, dan kuning.

"Jadi saya dapat bendera ini dulu sekali waktu Pasar Plered dibongkar, banyak sampah dan rongsokan. Saya menemukan ini. Semula saya menyangka ini spanduk yang sudah tidak digunakan, makanya saya gunakan di warung," ujar Supriadi di kediamannya, Jumat (2/6).

Supriadi kaget didatangi Polisi dan encopot kain yang mirip bendera itu di warungnya kemudian menyita bendera tersebut. Meski begitu, ia lega karena belakangan masalah itu tidak berkepanjangan.

"Saya kira itu spanduk biasa, akhirnya kami gunakan untuk penutup warung agar tidak tersinari matahari. Sempat dipanggil ke kantor polsek, ditanya-tanya saja,'' katanya.

Meski bendera disita dan keduanya diperiksa, suami istri berusia setengah abad itu tidak ditahan.

Keduanya dipulangkan setelah ditanyai sejumlah pertanyaan.

"Sempat ditegur halus sih, tidak di apa-apain sama polisi juga. Cuma ke depan diminta harus hati-hati," katanya.

Kapolsek: Hanya Mirip

Sementara itu, Kapolsek Plered Kompol Swandi membenarkan ada kejadian tersebut. Pihaknya hanya menanyakan suami istri itu dapat darimana.

"Hanya ditanya identitas saja, lalu ditanya benderanya dapat dari mana. Katanya dapat dari pasar waktu dibongkar, di tempat sampah bekas pembongkaran," kata Swandi melalui ponselnya, Jumat (2/6/2017).

Ditanya soal itu bendera Timor Leste, ia menjelaskan bendera yang disimpan pasangan suami istri itu hanya memiliki kemiripan saja.

"Hanya mirip saja, bedanya hanya ada di warna saja. Kalau bendera Timor Leste kan warnanya tidak seperti itu," kata dia.

Bendera mirip Timor Leste itu sendiri kini telah diamankan di kantornya. "Tidak usah dipakai lagi lah, takutnya nanti menyinggung orang," katanya. ***
Sumber:tribun jabar.
Kategori:GoNews Group
wwwwww