Di Depan Mahasiswa, ini Penjelasan Rektor ISBI Aceh

Di Depan Mahasiswa, ini Penjelasan Rektor ISBI Aceh
Rektor ISBI Ahmad Akmal menerima lukisan dari mahasiswa saat unjuk rasa di kampus setempat di Jantho Makmur, Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat (2/5/2017). [Istimewa]
Jum'at, 02 Juni 2017 14:09 WIB
Penulis: Safdar
JANTHO - Unjuk rasa mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, akhirnya Rektor ISBI, Ahmad Akmal menjumpai mahasiswa aksi di depan Gedung ISBI di Gampong Jantho Makmur, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (2/5/2017).
Di depan mahasiswa Rektor Ahmad Akmal menanggapi tuntunan tersebut dan menjelaskan duduk persoalan kampus ISBI.
 
"ISBI Aceh baru aktif selama tiga tahun terakhir. Hal tersebut merupakan waktu yang singkat dalam tahap pembangunan kampus yang membutuhkan sumber dana pemerintahan khususnya sumber dana Kemenristekdikti," jelasnya.
 
Menurutnya ISBI Aceh telah berusaha mengajukan permohonan ke Kemenristekdikti sebagai realisasi percepatan pembangunan kampus, termasuk upaya pinjam pakai sarana dan fasilitas gedung sementara milik Pemkab Aceh Besar.
 
"Dalam waktu sepekan ini diinformasikan bahwa Pemerintah Aceh juga telah menawarkan gedung Bapelkes Aceh untuk dijadikan sebagai gedung pendukung ISBI," katanya.

 
Sementara ini mengenai jeripayah kepada dosen tetap maupun tidak tetap, sesuai dengan kualifikasi status srata yang minimal S1 meskipun standarisasi dosen pengajarnya S2, pihak ISBI telah berupaya mendorong dan mengusulkan hak para dosen tersebut.
 
"Pemerintah Pusat melalui Kemenristekdikti telah berprogram akan mengakomodir kinerja para dosen berupa program Persyaratan Calon Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang diinformasikan akan diberlakukan dalam waktu dekat," tambahnya.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Besar, Pendidikan
wwwwww