Home > Berita > Umum

Sidak di Lhokseumawe, BPOM Temukan 20 Makanan Bermasalah

Sidak di Lhokseumawe, BPOM Temukan 20 Makanan Bermasalah
BPOM Banda Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko dan grosir di Kota Lhokseumawe, Rabu (1/5/2017). [Istimewa]
Kamis, 01 Juni 2017 16:45 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menyita berbagai jenis makanan produk asal Malaysia dan Cina tanpa izin edar dalam negeri dalam inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko dan grosir di Kota Lhokseumawe.

Pengawas Farmasi Makanan (PFM) Ahli Madya BPOM Banda Aceh, Naila mengatakan, sidak dilaksanakan pada Rabu (31/5/2017) kemarin merupakan kegiatan rutin setiap menjelang dan pertengahan Ramadan serta hari raya dan hari-hari besar lainnya.

“Kita dari BBPOM Banda Aceh bersama Dinas Kesehatan Lhokseumawe melakukan operasi monitoring distribusi pangan. Kita memeriksa 15 sarana jenis toko dan grosir. Adapun yang memenuhi ketentuan ada delapan sarana dan tidak memenuhi ada tujuh sarana,” kata Naila, Kamis (1//6/2017). 

loading...
Lanjutnya, sejumlah toko dan grosir tersebut masih menjual makanan dengan kemasannya rusak, kedaluwarsa serta makanan tanpa izin dari BBPOM Aceh. Naila menegaskan, seluruh makanan yang dijual harus memiliki izin untuk pengedaran.

“Hasil sidak di Kota Lhokseumawe, kami menyita 20 item makanan yang tergolong tidak memili izin edar, kedaluwarsa, dan kemasannya rusak. Untuk toko dan grosir yang menjual makanan-makanan yang rusak tersebut harus membuat surat untuk distributor sebagai pergantian barang-barang yang disita tersebut,” pungkasnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Aceh, Lhokseumawe
wwwwww