Home > Berita > Umum

Kanji Rumbi dan Nasi Kari Menu Khas Berbuka Masjid Raya Aceh Sepakat

Kanji Rumbi dan Nasi Kari Menu Khas Berbuka Masjid Raya Aceh Sepakat
Ilustrasi. [Foto Istimewa]
Kamis, 01 Juni 2017 16:16 WIB

MEDAN - Seban Ramadan datang, Masjid Raya Aceh Sepakat yang berada di Jalan Mengkara nomor dua, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, selalu menampilkan ciri khas menu berbuka puasa. Ada dua makanan khas berbuka yakni bubur Kanji Rumbi dan Nasi Kari.

Sambutan dan pelayanan yang diberikan panitia buka puasa dari badan kenaziran masjid yang sangat baik.

Tidak heran bila masjid ini tidak pernah sepi kedatangan jamaah yang ingin berbuka puasa, dan melaksanakan salat di Masjid Raya Aceh Sepakat tersebut.

loading...
Menurut ketua panitia berbuka puasa DPC 2 Medan Baru, Mansoer Amin, buka puasa yang dilakukan di masjid raya Aceh Sepakat, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Panitia menyiapkan hidangan berbuka untuk jamaah, lebih kurang 800 hingga 1.000 porsi per harinya.

"Alhamdulillah walaupun dua hari baru mulai dan kemarin sempat turun hujan, jamaah tidak berkurang yang datang. Dalam dua hari, rata-rata yang datang 800 orang per harinya," kata Amin kepada www.tribun-medan.com, Selasa (30/5/2017).

"Alhamdulillah seperti sebelum-sebelumnya juga, kita menyediakan di sini yang khasnya adalah bubur kanji. Hidangan utamanya nasi kari. Inilah yang menjadi khas menu buka puasa di masjid raya Aceh Sepakat," katanya.

Amin menuturkan panitia juga menambahkan makanan khas yang belum pernah ada. Daun Petaga dan Kue Ade, diyakni sangat diminati oleh para jamaah yang datang.

“Perlu diketahui masyarakat yang berbuka puasa di sini tidak hanya khusus untuk orang Aceh, tetapi kita juga menerima semua kaum muslimin dan muslimat yang ingin berbuka,“ kata Amin semringah.

“Yang paling penting acara ini bisa terlaksana atas izin Allah dan banyaknya donatur yang selalu ingin berpartisipasi untuk acara ini,“ tambahnya.

Ada khasiat yang bisa dirasakan selepas memakan bubur Kanji Rumba. Di dalam bubur kanji ada ramuan khusus, yang bisa memberi tenaga bagi orang yang memakannya ketika berbuka puasa.

“Malah kebiasaan masyarakat kita di Aceh, setelah buka puasa dengan bubur kanji baru mereka ke masjid, setelah pulang tarawih baru makan nasi seperti biasa. Jadi ini khasiat yang sudah diwariskan turun temurun,“ kata Amin.

“Proses pembuatan bubur kanji juga tidak mudah, membutuhkan waktu lebih kurang tiga jam untuk meramu, dan tidak boleh lepas dari adukan, tenaga kerja harus tetap standby di samping priuk bubur kanji,“ ujarnya.

“Rempah-rempah di dalam bubur kanji ada sembilan macam ada jahe, pala, rempah-rempah yang hampir sama dengan masakan India, itu yang membuat menjadi khasiat selain lada dan kunyit, santan dan sayur-sayur yang dimasukkan kedalam ramuan bubur pedas,“ pungkas Amin.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Aceh
wwwwww