Banjir Padang, BPBD Tetapkan Tanggap Darurat Bencana 7 Hari

Banjir Padang, BPBD Tetapkan Tanggap Darurat Bencana 7 Hari
Ilustrasi banjir. (reuters)
Kamis, 01 Juni 2017 20:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PADANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang menetapkan status tanggap darurat bencana banjir Padang selama tujuh hari. Tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik di Kota Padang, Rabu, 31 Mei 2017.

"Iya (tanggap darurat) selama tujuh hari," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Edi Hasyimi, Kamis (1/6/2017).

Meksipun banjir sudah surut, kata dia, tanggap darurat tetap diperlukan karena masuk dalam kategori pemulihan masa darurat. Masih banyak masyarakat yang belum bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Begitu juga dengan untuk membersihkan rumahnya dari lumpur bekas banjir.

loading...
Edi mengatkan, ada beberapa kegiatan yang dilakuakn selama tanggap darurat. Di antaranya, pendataan korban banjir, pembesihan lokasi atau rumah yang terdampak banjir, pemberian logistik berupa sandang dan pangan, serta memberikan layanan kesehatan.

"Kami dar BPBD akan support bantuan logistik," ujarnya.

Berdasarkan data sementara BPBD Kota Padang, bencana banjir terjadi di 24 titik yang tersebar di delapan kecamatan. Banjir terparah terjadi di komplek Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan dengan ketinggian air mencapai 150 meter.

Selain banjir, kata dia, ada tiga titik longsor yang dipicu derasnya hujan. Di antaranya di Jalur Lintas Sumatera Padang-Solok yang menyebabkan jalur tersebut lumpuh selama tiga jam. Kemudian, Kelurahan Gates dan Ampalu Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung.

Banjir dengan ketinggian dari 30 sentimeter hingga 150 sentimeter itu merendam ribuan rumah. Banjir juga mengenangi jalan-jalan protokol di Kota Padang.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan banjir yang terjadi ini akan menjadi evaluasi bagi Pemko Padang dalam membenai saluran air.

Pemko Padang akan lebih serius memperlebar, memperdalam, serta menghilangkan penghalang drainase.

"Saya telah melihat pengecilan got, serta adanya bangunan di pinggir anak sungai yang menjadi penyumbang terjadinya banjir. Termasuk banyaknya got tersumbat karena sampah," ujarnya usai menyusuri sejumlah titik banjir di Padang, Rabu kemaren, 31 Mei 2017. ***
Kategori:GoNews Group
wwwwww