Home > Berita > Umum

Petugas Gabungan Razia Petasan Berdaya Ledak Tinggi di Gayo Lues

Petugas Gabungan Razia Petasan Berdaya Ledak Tinggi di Gayo Lues
Kasat Sabhara, Iptu Martinus, saat memeriksa dan memberikan nasihat pada salah satu pedagang petasan di Kota Blangkejeren, Selasa (30/5/2017) [Dosaino]
Rabu, 31 Mei 2017 02:24 WIB
Penulis: Dosaino

BLANGKEJEREN - Sejak hari pertama pelaksanaan ibadah puasa di Gayo Lues (Galus), tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP setempat, terus melakukan razia petasan berdaya ledak tinggi di wilayah Kota Blangkejeren.

Hal itu dilakukan, agar masyarakat yang melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih berjamaah di masjid-masjid tidak terganggu dengan bunyi petasan dimaksud.

"Demi ketenangan masyarakat dalam melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih berjamaah, kami bersamaTNI dan pihak Satpol PP, terus melakukan razia petasan berdaya ledak tinggi pada pedagang di wilayah Kota Blangkejeren," kata Kapolres Gayo Lues, melalui Kasat Sabhara, Iptu Martinus, Selasa (30/5/2017) sore.

Dikatakan, dalam razia tersebut, tim gabungan ini mendapatkan 13 pedagang menjual petasan berdaya ledak tinggi. Akan tetapi pihaknya belum melakukan penindakan, hanya memberikan nasihat kepada para pedagang, agar tidak lagi menjual petasan dan kembang api yang memiliki daya ledak tinggi, karena sangat mengganggu ketentraman warga yang beribadah serta rawan kebakaran.

"Karena pedagang berjanji tidak menjual petasan yang berdaya ledak tinggi, kami hanya memberikan teguran, tapi jika nanti para pedagang tidak memenuhi janjinya dan menjual petasan yang mengancam ketentraman warga, maka kami akan menindak tegas," sebutnya.

Sementara itu salah satu warga Blangkejeren, mengapresiasi rajia petasan yang dilakukan tim gabungan ini, pasalnya, suara ledakan petasan yang keras itu kerap terdengar saat warga sedang melaksanakan ibadah. Terlebih saat salat Isya dan tarawih berlangsung.

Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Umum, Gayo Lues
wwwwww