Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Pada Saat Mudik Lebaran

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Pada Saat Mudik Lebaran
Ilustrasi. (net)
Rabu, 31 Mei 2017 00:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pertamina memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Ramadhan dan Idul Fitri aman. Hal itu diungkapkan Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar dalam acara buka bersama dengan awak media, Selasa (30/5/2017) di salah satu Rumah Makan di Menteng, Jakarta Pusat.

Dirinmya menyebutkan stok bahan bakar tersebut aman hingga Lebaran nanti.

Untuk BBM jenis Premium, posisi stok dari 1 Januari hingga 21 Mei 2017 setara untuk 24 hari konsumsi ke depan. Sementara itu, stok solar/bio cukup untuk 26 hari. Jumlah stok tersebut lebih besar dibandingkan biasanya, di level 20 hari.

loading...
Adapun stok Pertamax cukup untuk 24 hari ke depan, Pertalite 21 hari, Pertamax Turbo 22 hari, Pertamax Dex 37 hari, elpiji 16 hari, avtur 22 hari, dan kerosene atau minyak tanah 66 hari.

Ads
"Biasanya kami levelnya di bawah 20 hari, level ini lah yang kami jaga sampai nanti pascalebaran, bergeser tidak boleh turun di bawah 20 hari. Supaya sampai di terminal BBM depot terakhir stok kami aman," ujar Iskandar di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Meski demikian, konsumsi harian Pertalite saat ini mencapai 54.182 kiloliter, lebih tinggi dibandingkan Premium yang sebesar 53.456 kiloliter. Menurutnya, hal ini karena fenomena masyarakat yang telah bergeser menggunakan bahan bakar yang berkualitas lebih tinggi, yakni Pertalite. Peningkatan konsumsi bahan bakar tersebut diprediksi mulai terjadi pada H-12 hingga H+12 untuk menghadapi puncak arus mudik.

"Kalau di Jawa bergeser ke Pertalite," katanya.

Sementara itu, untuk konsumsi avtur akan mengalami kenaikan pada H-3 Lebaran. Menurutnya, pola tersebut sudah terjadi selama beberapa tahun silam.

"Kalau jatuhnya Lebaran itu Minggu, berarti Jumat arus puncak, akan banyak extra flight ke daerah, khususnya ke wilayah mudik. Jadi tetap kami jaga distribusi, tanker kami sudah pelototin jangan sampai meleset dengan konsep reguler alternatif," pungkasnya. (rls)
wwwwww