Nelayan di Lhokseumawe tidak Melaut, Harga Ikan Naik

Nelayan di Lhokseumawe tidak Melaut, Harga Ikan Naik
Pedagang ikan di pasar Pusong Lhokseumawe menjajakan dagangannya, Selasa (30/5/2017). [Sarina]
Rabu, 31 Mei 2017 08:04 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Dalam sepekan ini, harga ikan di Pasar Pusong Kota Lhokseumawe meningkat dari sebelumnya. Hal itu disebabkan nelayan di wilayah itu tidak bisa melaut karena cuaca buruk melanda perairan Selat Malaka, khususnya Lhokseumawe, Selasa (30/5/2017).

“Pasokan ikan sekarang lagi menipis, karena disebabkan cuaca ekstrim sehingga nelayan tidak melaut. Akibatnya harga ikan naik dari harga sebelumnya,” kata salah seorang pedagang ikan, Fakri.

Lanjutnya, untuk harga ikan tongkol Rp30 ribu dari sebelumnya Rp20 ribu per kilogram, ikan dencis Rp30 dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram, ikan kembung Rp40 ribu dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram, sedangkan ikan mujair Rp35 ribu per kilogram.

loading...
“Harga ikan mulai naik semenjak sebelum masuknya hari meugang (Ramadan) kemarin, karena angin kencang nelayan di Lhokseumawe tidak bisa melaut,” ungkapnya.

Ads
Diberitakan sebelumnya, akibat cuaca buruk yang melanda perairan Aceh khususnya Kota Lhokseumawe dalam sebulan terakhir, puluhan nelayan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Pusong Lhokseumawe tidak bisa melaut.

Salah seorang nelayan, Azwar (40) kepada GoAceh mengatakan, sudah hampir seminggu ini, mereka tidak melakukan aktivitas melaut. Selain awal Ramadan juga karena cuaca buruk, sehingga para nelayan mengalami kesulitan untuk melaut.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Ekonomi, Lhokseumawe
wwwwww