Home >  Berita >  Umum

Mahasiswa dan Pemuda Aceh Selatan Desak Pemerintah Cabut Izin Pertambangan

Rabu, 31 Mei 2017 01:58 WIB
Penulis: Safdar S

 
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor: P.13/Menlhk-II/2015 dan aspek lain yaitu melanggar peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia nomor: P91/MENHUT-II/2014 tentang penataan usaha hasil hutan bukan kayu yang berasal dari hutan negara jo P.27/MenLHK-Setjen/2015 tentang perubahan atas peraturan Menteri Kehutanan nomor P.91/Menhut-II/2014 tentang penataan usaha hasil hutan bukan kayu yang berasal dari hutan negara.
 
Dalam aksi tersebut, gabungan mahasiswa ini juga menuntut dan mendesak agar; Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk segera menurunkan tim monitoring ke daerah pertambangan Aceh Selatan.
 
Mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Pemerintah Aceh untuk mencabut izin Multi Mineral Utama (Emas), PT Beri Mineral Utama (Biji Besi), PT Pinang Sejati Wati (Biji Besi) PT Pinang Sejati Utama (Biji Besi), KSU. Tiega Manggis ( Biji Besi), PT Isian Gencana Utama (kayu). KSU. Ni’mat Sepakat (Biji Besi) yang berada dalam kawasan Kluet Tengah, Sawang, Pasie Raja. 
 
Kemudian, menuntut perusahaan tambang merehabilitasi kembali dampak kerusakan lingkungan di Kecamatan Kluet Tengah, Pasie Raja dan Sawang. 
 
Mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk memerintahkan perusahaan menarik semua alat berat dan penunjang operasional tambang dari daerah kami. Kemudian, jika tuntutan pihaknya tidak diakomodir, maka segala sesuatu yang terjadi nantinya adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh.
Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Umum, Aceh, Aceh Selatan, Banda Aceh
www www