Ikatan Jurnalis Lintas Media Desak Polisi Usut Kekerasan Terhadap Wartawan RMOL

Ikatan Jurnalis Lintas Media Desak Polisi Usut Kekerasan Terhadap Wartawan RMOL
Ilustrasi.
Rabu, 31 Mei 2017 19:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kekerasan yang menimpa salah satu wartawan media online Rakyat Merdeka (RMOL) Bunaiya Fauzi Aubone yang dilakukan oknum pegawai KemenPUPR, pada Rabu (31/5/2017), mengundang keprihatinan beberapa pihak.

Salah satunya adalah dari Ikatan Jurnasil Lintas Media (IJLM). Dalam keterangan persnya, IJLM mendesak pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kejadian tersebut.

"Hari ini kita mendapat Kabar terjadinya tindak kekerasan terhadap Wartawan yang melakukan Peliputan di Kementrian PUPR  Kami mengutuk keras Tindakan arogan orang yg diduga pegawai Kemen PUPR  yang melakukan tindak kekerasan dengan cara mencekik dan penghinaan 'Monyet'," ujar Ketua IJLM, Riman Wahyudi melalui siaran persnya.

loading...
"Sebagai bentuk solidaritas dari Ikatan Jurnalis Lintas Media (IJLM) kami mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas tindakan arogan tersebut," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wartawan Kantor Berita Politik RMOL, Bunaiya Fauzi Arubone,  diancam dan dicekik oleh orang yang mengaku petugas protokoler Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kejadian berlangsung di Ruang Serbaguna lantai 17, Gedung Utama Kementerian PUPR, setelah adzan magrib tadi.  Ketika itu Menteri Basoeki Hadimoeljono hendak membagi-baikan plakat di acara pengukuhan pengurus Badan Kejuruan Teknik Lingkungan Persatuan Insinyur Indonesia periode 2017-2020.

Saat itu, Bunaiya atau yang akrab disapa Neha mengaku hendak memfoto menteri. Di saat bersamaan, seorang petugas protokoler memintanya minggir karena hendak menaruh gelas. Bunaiya yang sedang menjalankan tugas meminta izin untuk mengambil foto lebih dahulu sebelum menyingkir.

Tetapi, kata makian yang ia dapat. "Saya bilang sebentar bang belum dapat foto bagus. Tapi orang protokol PUPR itu bilang 'monyet nih anak'," cerita Bunaiya.

Bunaiya yang tidak terima dihina kemudian menanyakan maksud orang tersebut. Tapi petugas protokoler itu malah mencekik sembari mendorongnya ke luar ruangan.

"Gue protokoler sini. Lu jangan macam-macam', dia bilang gitu sambil cekik dan dorong saya keluar ruangan," lanjut Bunaiya. Tak hanya itu, petugas protokoler PUPR itu mengelilingi Bunaiya bersama pelayan dan petugas keamanan seolah hendak menangkap penjahat kriminal. Ia pun memegang kartu pers milik Bunaiya.

"Bodo amat lu dari Rakyat Merdeka kek. Terus salah satu pelayan membentak saya untuk keluar dari ruangan. Saya juga dituduh wartawan abal-abal," ungkap Bunaiya. Dia kemudian digiring dua orang petugas keamanan PUPR ke lift sambil terus memarahinya.

"Saya sudah bilang pekerjaan wartawan dilindungi undang-undang dan mereka tidak bisa melarang saya begitu caranya. Tapi mereka tidak peduli," ucap Bunaiya. 

Atas kejadian tersebut, Bunaiya berencana melaporkan oknum pegawai PUPR tersebut ke Polda Metro Jaya. "Iya bang malam ini saya akan melapor ke Mapolda Metro," ujarnya kepada GoNews.co. ***
Kategori:GoNews Group
wwwwww