Pertamina: SPBU yang Layani Pembeli dengan Jeriken akan Disanksi

Pertamina: SPBU yang Layani Pembeli dengan Jeriken akan Disanksi
Branch Office bidang penjualan PT Pertamina Aceh, Yogi Pra Setia, saat diwawancarai usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPRA, di ruang Banggar DPRA, di Banda Aceh, Selasa (30/5/2017).[ Safdar S]
Selasa, 30 Mei 2017 22:33 WIB
Penulis: Safdar S
BANDA ACEH - Dalam rapat yang digelar Komisi II DPRA di Ruang Banggar DPRA di Banda Aceh, Senin (30/5/2017), perwakilan PT Pertamina yang diwakili Branch Office Bidang Pemasaran, Yogi Indra Prasetia, menanggapi masalah Geothermal Seulawah yang dipertanyakan komisi II DPRA.
 
Menurut Yogi, PT Pertamina Aceh saat ini hanya fokus dan berkonsentrasi pada bidang penjualan produk kepada konsumen. "Menganai masalah Geothermal dan pengobaran itu merupakan kebijakan PT Pertamina pusat," ujarnya.
 
Sementara itu, berkaitan dengan hilangnya peredaran premium di SPBU yang digantikan dengan pertalite, menurutnya hal itu karena sudah dicabutnya subsidi terhadap BBM premium.
 
"Jadi sejak tahun 2016, premium tidak disubsidi lagi oleh pemerintah, namun hanya penugasan kepada Pertamina untuk menyalurkannya," jelasnya.
 
Pada kesempatan itu, pihak PLN Juga mengecam terhadap tindakan beberapa SPBU di kabupaten tertentu yang hanya beroperasi sekitar dua jam dengan alasan BBM sudah habis.
 
"Kita akan cek SPBU yang dimaksud, karena kalau dia menjual normal kepada pembeli biasa yang menggunakan motor tidak mungkin dalam waktu dua jam BBM sudah habis," sesalnya.
 
Dia meyakini hal tersebut lebih, karena para penyalur menjual kembali BBM kepada pengencer dengan cara per jeriken, sehingga BBM menjadi langka di daerah tersebut.
 
"Kalau terbukti mereka menjual perjeriken, maka akan kita berikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya. Perlu diketahui, menjual BBM per jeriken itu dilarang, kecuali mereka yang memiliki surat SKPD dari Pemkab setempat, seperti petani dan nelayan," tambahnya.
 
Dia juga mengimbau agar masyarakat melaporkan bila ada melihat SPBU yang melayani penjualan dengan jeriken tanpa surat dari Pemkab setempat. "Laporkan saja, baik kepada Pertamina ataupun kepada kepolisian," imbaunya.
 
Selama bulan suci Ramadan dipastikan pasokan BBM untuk Provinsi Aceh masih tercukupi pada level yang aman.
 
"Stock BBM kita tersedia 10 hingga 15 hari penjualan, dan ini secara kontinyu terus didistribusikan, jika pun ada gangguan seperti kapal rusak dan lainnya, kita akan upayakan cara lain agar stok ini tetap terpenuhi," katanya.
  
Editor:Zuamar
Kategori:Banda Aceh, Aceh, Ekonomi
wwwwww