Tergiur Buka Pangkalan Gas, Warga Aceh Singkil Diduga Jadi Korban Penipuan

Tergiur Buka Pangkalan Gas, Warga Aceh Singkil Diduga Jadi Korban Penipuan
Pedagang Aceh Singkil, JB Manalu, yang diduga menjadi korban penipuan menunjukkan kuitansi penyerahan uang pertama, Senin (29/5/2017). [Helmi]
Senin, 29 Mei 2017 22:32 WIB
Penulis: Helmi
SINGKIL - Tergiur dengan tawaran menjadi agen Gas LPG 3 kilogram bersubsidi, warga Gampong Keras, Kecamatan Suro, Aceh Singkil, diduga telah menjadi korban penipuan oknum yang mengaku dari PT Pertamina Banda Aceh.
 
Warga Gampong Keras, JB Manalu yang mengaku telah menjadi korban penipuan, oknum yang mengaku dari Pertamina (persero) BPR LPG Regional I Konversi Energi kepada GoAceh Senin (29/5/2017) menjelaskan, awalnya orang itu mendatangi Gampong Keras dan hendak ke Sibagindar Sumut.
 
Karena bujuk rayu orang yang mengaku dari Pertamina Banda Aceh menawarkan sebagai mitra binaan, sehingga keluarga Manalu tertarik untuk buka pangkalan.
 
Karena tawaran menarik tersebut, Manalu mengaku telah mengalami kerugian senilai Rp3,5 juta. Manalu telah menyerahkan uang tunai senilai Rp1.750 ribu, kepada Teguh Ardiansyah yang tertulis di kuitansi sebagai penerima, selaku petugas pertamina yakni Suvervisort BPR LPG, tertanggal 16 Mei 2017. Penyerahan uang yang kedua melalui transfer, dengan jumlah yang sama ke nomor rekening BRI atas nama Sherly Alawiyah Pulungan.
 
Manalu mengaku sadar, jika dirinya telah menjadi korban penipuan setelah nomor handphone Teguh Ardiansyah tidak lagi bisa dihubungi berkali-kali. Lantas Manalu membuat pengaduan resmi ke Mapolres Aceh Singkil, Senin (29/5).
 
Manalu menjelaskan, sebelumnya mereka hanya menjual gas eceran. Namun karena ada penawaran untuk buka pangkalan sehingga tertarik. Awalnya 5 orang yang mengaku dari PT Pertamina mengendarai mobil Kijang Inova Hitam, singgah di kedainya menawarkan untuk mitra binaan pertamina. Mereka menawarkan akan mendistribusikan sebanyak 450 tabung gas 3 kilogram.
 
Uang senilai Rp3,5 juta yang diserahkan Manalu kepada pihak pelaku, katanya akan digunakan untuk pengurusan perizinan pangkalan tersebut.
 
Namun setelah diserahkannya uang melalui transfer 26 Mei 2017, gas LPG 3 kg yang dijanjikan hingga 29 Mei jadwal akan dikirim tidak juga sampai.
 
"27 Mei ada ditelpon keuchik, pelaku mengaku lagi di perjalanan bawa barang mau ke Singkil, tapi sampai hari ini tidak juga sampai barangnya ditelpon lagi sudah tidak aktif lagi," terang Manalu.
 
Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto yang dikonfirmasi, hingga Senin siang mengaku belum menerima laporan terkait penipuan pangkalan gas LPG tersebut. 
 
Editor:Zuamar
Kategori:Peristiwa, Aceh, Aceh Singkil
wwwwww