Home > Berita > Umum

Penangkaran Bibit Padi Unggul di BBU Kluet Timur Diduga Terjadi Penyimpangan

Penangkaran Bibit Padi Unggul di BBU Kluet Timur Diduga Terjadi Penyimpangan
Ilustrasi
Senin, 29 Mei 2017 14:18 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (Libas) mensinyalir penyaluran proyek penangkaran bibit padi unggul di Balai Benih Utama (BBU) Kluet Timur tahun 2016 lalu sarat penyimpangan.

Keterangan dihimpun Libas, dari sebanyak ratusan juta rupiah anggaran yang dialokasikan melalui sumber APBA dan Otsus 2016 untuk mengembangkan seluas 7 hektare bibit unggul jenis Impari 30 dan Hebrida termasuk bantuan  pupuk beserta ongkos tanam, hingga memasuki akhir Mei  2017 yang telah direalisasikan hanya seluas 1/4 hektare, sedangkan sisanya masih nihil.

"Atas dasar inilah kami menduga ada penyimpangan,” kata Ketua LSM Libas, Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (29/5/2017).

loading...
Padahal, sambung Mayfendri, sesuai program yang dirancang Pemerintah Aceh melalui dinas terkait, dari seluas 1 hektare penangkaran bibit unggul tersebut harus menghasilkan bibit padi yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat petani seluas 10 hektare.

Ads
Sehingga dengan luas total penangkaran bibit unggul tersebut 7 hektare maka seharusnya ada 70 hektare  lahan sawah petani di Aceh Selatan yang mendapatkan bantuan bibit gratis dari BBU Kluet Timur.

"Namun yang anehnya, berdasarkan hasil pengecekan ke lokasi, masyarakat petani justru tidak menerima bantuan bibit gratis tersebut," sesal Mayfendri. 

Karena itu, LSM Libas meminta kepada aparat penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan segera mengusut dugaan korupsi yang dilakukan oknum pejabat di Dinas Pertanian Aceh Selatan dalam merealisasikan proyek tersebut.

"Kami meminta aparat penegak hukum segera mengusut dugaan korupsi ini, sehingga dugaan praktik culas tersebut tidak merugikan masyarakat petani di Aceh Selatan," pinta Mayfendri.

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Aceh Selatan
wwwwww