Pemadaman Listrik Saat Ramadan, PLN Dinilai Tidak Komitmen

Pemadaman Listrik Saat Ramadan, PLN Dinilai Tidak Komitmen
Ilustrasi
Senin, 29 Mei 2017 17:26 WIB
Penulis: Dedek

LANGSA - PT PLN Cabang Langsa dinilai tidak memiliki komitmen karena melakukan pemadaman listrik pada bulan Ramadan 1438 H atau tepatnya di saat masyarakat hendak melaksanakan salat Tarawih berjamaah.

Padahal, jauh sebelumnya pihak PLN telah menyampaikan akan memberikan pelayanan maksimal terkait suplai listrik bagi pelanggan selama Ramadan.

Baca: Dirut PLN: Biaya Sambungan Listrik di Pedalaman Aceh Capai Rp150 Juta

loading...
Bahkan untuk mewujudkan layanan tersebut, petugas telah melakukan pemeliharaan dan pembersihan jaringan sebelum puasa.

"Tapi kenapa sekarang listrik mati lagi. Yang lebih menyakitkan listri padam saat warga akan melaksanakan salat Isya dan Tarawih di masjid. Seperti tadi malam (Minggu malam-red), saat menjelang Isya, tiba-tiba lampu padam. Terpaksa warga salat dalam gelap dan mengandalkan penerangan lampu led penyimpan arus yang tidak seberapa,” sebut salah seorang warga Kota Langsa, Bahtiar.

Menurutnya, bukan persoalan gelap saja yang menjadi keluhan warga saat terjadinya pemadaman lampu.

Namun kondisi cuaca yang sedang mengalami temperatur suhu tinggi, membuat jamaah gerah dan membutuhkan pendinginan AC dan kipas angin saat menjalankan ibadah salat Tarawih.

Baca: Penyaluran Air Bersih di Aceh Utara Tersendat Akibat Listrik Padam

"Seperti tadi malam, saat salat Tarawih karena lampu mati dan kipas angin tidak bisa hidup, semua jamaah salat gerah dan mandi keringat yang luar biasa karena suhu panas. Bahkan beberapa jamaah terpaksa harus keluar masjid setiap jeda salat untuk mendinginkan suhu,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan seorang warga Gampong Sungai Lueng, Langsa Timur, Mawar.

Menurutnya, akibat listrik padam, pelaksanaan salat Tarawih di masjid gampongnya jadi tidak nyaman. Bahkan hampir sepanjang pelaksanaan salat, jamaah mengeluhkan kondisi gelap dan cuaca panas yang membuat tubuh mandi keringat.

“Salat Tarawih malam ini tidak nyaman, karena selain kondisi gelap, cuaca juga sangat panas, bahkan baju saya ini basah dengan keringat dan yang tidak menyenangkan lagi, aroma keringat membuat suasana dalam masjid jadi tidak kondusif,” ucap Mawar.

Karenanya, Ia mengharapkan kepada pihak PLN agar dapat menjaga stabilitas arus listrik kepada pelanggan selama Ramadan, jangan sampai ada pemadaman.

"Jika pun langkah pemadaman harus dilakukan, maka warga mengharapkan dilakukan pada siang hari bukan malam hari saat warga sedang menjalankan salat Tarawih," imbuhnya.

Baca: Pelayanan Buruk, KoMPas Desak PLN Turunkan Tarif Listrik

Editor:Yudi
Kategori:Langsa, Umum
wwwwww