OTT di SMKN 1 Lhokseumawe tidak Terbukti, Polisi Sebut Hanya Kesalahan Administrasi

OTT di SMKN 1 Lhokseumawe tidak Terbukti, Polisi Sebut Hanya Kesalahan Administrasi
Polisi memperlihatkan barang bukti yang diduga hasil pungli saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (24/5/2017). [Dok, GoAceh]
Senin, 29 Mei 2017 23:04 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman menyebutkan, hasil pemeriksaan pihaknya dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum bendahara dan guru honorer SMK Negeri 1 Lhokseumawe, telah menetapkan bahwa kasus tersebut bukan pungutan liar (Pungli).“Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap Bendahara dan dua guru honorer, memang terdapat kesalahan, tetapi untuk kesalahan pidana sampai saat in belum kita temukan. Mereka bisa membuktikan, kalau sebagian uang sudah dikirimkan untuk pembuatan baju sekolah,” katanya melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu saat dikonfirmasi GoAceh, Senin (29/5/2017).

Dikatakan Budi, ini belum termasuk ke dalam pungutan liar, namun untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, pihaknya melakukan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi. Alasannya, karena pihak sekolah sebelumnya tidak melaksanakan rapat komite terhadap uang pengadaan peralatan sekolah tersebut.

Baca juga: Tim Saber Pungli Amankan Rp 65 Juta Saat OTT di SMKN 1 Lhokseumawe

Ads
“Sebelumnya kami mendapat laporan dari masyarakat, lalu kami langsung melakukan pemeriksaan. Dengan kita lakukan seperti ini, paling tidak dapat mencegah terjadi hal tersebut,” ungkap Budi.

Lanjutnya, pihak sekolah juga mendapatkan surat teguran resmi dari unit pelayanan teknis (UPTD) Kota Lhokseumawe. Pihak sekolah akan menyelesaikan permasalahan ini secara adsministrasi dengan UPTD, karena masalahnya timbul dari segi administrasi saja.

“Untuk saksi yang sudah kita periksa sebanyak 7 orang, dan hari ini uang yang disita sebagai barang bukti sudah dikembalikan ke pihak sekolah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kota Lhokseumawe melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di SMK Negeri 1 Lhokseumawe pada 24 Mei 2017. 

Ketua Tim Saber Pungli Lhokseumawe, Kompol Moch Isyharyadi mengatakan, awalnya pihak Kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat terhadap dugaan pungutan uang pengadaan kelengkapan siswa yang tidak sesuai seperti biasanya. Sekitar pukul 11.30 WIB, pihaknya membututi sekolah itu untuk melakukan pemeriksaan.

Editor:Zuamar
Kategori:Hukrim, Aceh, Lhokseumawe
wwwwww