Home > Berita > Umum

Kloter Haji Embarkasi Aceh 2017 Terbentuk

Kloter Haji Embarkasi Aceh 2017 Terbentuk
Kakanwil Kemenag Aceh, M Daud Pakeh.
Senin, 29 Mei 2017 22:06 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, M Daud Pakeh, menetapkan kelompok terbang (Kloter) Haji Embarkasi Aceh tahun 1438 H/2017.
 
Penetapan kloter tersebut diputuskan dengan sistem qur’ah (Undi) dalam rapat konsultasi pembentukan kloter dan pemantapan kloter embarkasi Aceh, tahun 1438 Hijriah/2017 Masehi, di Hotel Grand Permata Hati, kawasan Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu (28/5/2017) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota beserta Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah se Provinsi Aceh.
 
Kakanwil Aceh dalam sambutanya menyampaikan, rapat tersebut sangat penting, karena terkait dengan proses pengajuan visa ke Kedutaan Besar Arab Saudi.
 
"Pemerintah Arab Saudi saat ini sudah memberlakukan sistem e-haji dalam proses penerbitan visa bagi jemaah calon haji yang akan berangkat dan salah satu syarat yang diminta adalah jemaah calon haji harus sudah tersusun dalam kelompok terbang (kloter). Bila tidak, maka Kedutaan Arab Saudi tidak akan menerbitkan visa jamaah tersebut," ujar Kakanwil kepada GoAceh, Senin (29/5/2017) sore.
 
Selain itu, Daud Pakeh mengatakan, kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait ketatnya penerbitan visa tersebut sangat positif, guna memberi jaminan layanan maksimal kepada jemaah calon haji yang akan berangkat.
 
"Karena aplikasi e-haji sudah terintegrasi dengan data akomodasi, konsumsi dan transportasi selama jemaah nanti berada di Arab Saudi. Dengan kata lain, visa haji baru akan diberikan bila jemaah benar-benar sudah pasti kelompok terbang, akomodasi, konsumsi dan transportasinya selama mereka berada di Tanah Suci," jelas Kakanwil.

Adapun penentuan Kloter Calon jemaah haji Aceh dilakukan berdasarkan sistem qur’ah (undi) untuk keadilan. "Alhamdulillah proses qur’ah Kloter CJH Aceh telah selesai dilaksanakan tadi malam, pemantapan dengan penentuannya dilakukan berdasarkan qur’ah demi keadilan," lanjutnya.

Berdasarkan hasil kesepakatan seluruh peserta yang hadir, maka ditetapkan kloter BTJ 01 akan diisi oleh JCH asal Kota Banda Aceh (2 orang), Aceh Selatan (92 orang), Aceh Singkil (29 orang), Aceh Barat Daya (89 orang), Nagan Raya (161 orang) dan Subulussalam (15 orang).
 
Sedangkan kloter BTJ 02 akan diisi oleh JCH asal Bireuen (101 orang), Langsa (166 orang), Aceh Jaya (56 orang), Bener Meriah (65 orang). Kloter BTJ 03 seluruhnya berasal dari Aceh Besar (388 orang) demikian juga BTJ 04, seluruhnya berasal dari Kota Banda Aceh (388 orang).
 
Sedangkan kloter BTJ 05 berasal dari Aceh Besar (87 orang), Aceh Barat (249 orang) dan Aceh Tenggara (52 orang).

"Selanjutnya Kloter BTJ 06 merupakan gabungan dari JCH asal Banda Aceh (155 orang), Aceh Besar (73 orang) dan Aceh Tengah (160 orang). Kloter BTJ 07 berasal dari Aceh Utara (35 orang), Bireuen (218 orang) dan Lhokseumawe (135 orang)."

Sementara, Kloter BTJ 08 seluruhnya berasal dari Aceh Utara (388 orang), Kloter BTJ 09 merupakan gabungan dari 5 Kabupaten/Kota yaitu Banda Aceh (84 orang), Aceh Besar (46 orang), Pidie (55 orang), Simeulu (18 orang) dan Pidie Jaya (185 orang).
 
 
Editor:Zuamar
Kategori:Umum, Aceh, Banda Aceh
wwwwww