Oesman Sapta Dukung Pengembangan Bandara di Kayong Utara

Oesman Sapta Dukung Pengembangan Bandara di Kayong Utara
Kamis, 25 Mei 2017 07:00 WIB
JAKARTA - Ketua DPD RI Oesman Sapta (senator asal Kalimantan Barat) mendukung pengembangan bandar udara (bandara) di Kayong Utara, Kalimantan Barat, persisnya di Desa Riam Berasap, untuk dimasukkan sebagai program strategis nasional."Pengembangan bandara di Kayong Utara ini akan menguntungkan rakyat Kalimantan, karena menghubungkan Kalimantan bagian barat dengan bagian lain wilayah Indonesia," ujarnya seusai mendengarkan penjelasan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso, dan Bupati Kayong Utara Hildi Hamid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Oesman meyakini, pelayanan transportasi udara melalui bandara di Kayong Utara akan memberikan nilai tambah karena penyelenggaraan transportasi udara mendorong pertumbuhan daerah melalui iklim usaha yang kondusif bagi berkembangnya peran serta masyarakat dan dunia usaha, melancarkan mobilitas orang dan distribusi barang dari Kayong Utara ke daerah lain, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja, terutama sektor yang mendapat manfaat karena pelayanan transportasi udara.

loading...
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba (senator asal Sumatera Utara) yang mendampingi Oesman mendorong Pemerintah Kabupaten Kayong Utara untuk melengkapi sejumlah dokumen atau persyaratan lainnya dalam Undang-Undang Penerbangan, Peraturan Pemerintah Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, dan Peraturan Pemerintah Kebandarudaraan; penetapan lokasi, rencana induk, dan rancangan teknis. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menyatakan komitmennya untuk mengendalikan ruang di sekitarnya. "Kami berharap segera dilaksanakan, karena menjadi pembicaraan Pak Oesman dan Pak Jokowi," ucapnya.

Ads
Dalam kesempatan itu, Oesman dan Parlindungan mendengarkan penjelasan teknis Direktorat Jenderal Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai pelaksanaan urusan di bidang rencana kawasan hutan dan pengendalian penggunaannya, serta pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Kemudian, penjelasan teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Bandara Udara, dan Direktorat Navigasi Penerbangan mengenai penyelenggaraan navigasi, keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan lingkungan penerbangan, serta pemanfaatan fasilitas penunjang dan fasilitas umum penerbangan. Agar tercipta penyelenggaraan transportasi udara yang aman (security), selamat (safety), nyaman (comfortable), tepat waktu (punctuality), terpelihara, tercukupi, serta menjangkau pelosok tanah air. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan
wwwwww