Meugang, Tradisi Makan Bersama di Aceh yang Harus Dijaga Maknanya

Meugang, Tradisi Makan Bersama di Aceh yang Harus Dijaga Maknanya
Salah satu lapak penjualan daging meugang di Gampong Keude Paya Blangpidie, Kamis (25/5/2017). [T Musnizar]
Kamis, 25 Mei 2017 14:32 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Meugang, satu di antara sekian banyak tradisi yang dilakukan masyarakat Aceh. Begitu juga bagi warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ada tradisi meugang dalam menyambut hari-hari besar Islam, khususnya menjelang bulan suci Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha.

Tradisi meugang sangat identik dengan penyembelihan hewan berupa sapi dan hewan-hewan ternak lainnya dalam jumlah yang banyak.

Daging meugang tersebut, ada yang dibagikan kepada warga ataupun tertangga lainnya yang kurang mampu dan sebagiannya dimasak sendiri untuk dinikmati bersama keluarga.

loading...
Di Aceh Barat Daya, setiap dua hari menjelang pelaksanaan ibadah puasa, masyarakat berbondong-bondong menuju ke tempat penyembelihan hewan.

Di sana, selain membeli daging dengan kualitas masih segar, para masyarakat pun saling berinteraksi.

Tradisi meugang juga difungsikan sebagai sarana bagi masyarakat untuk saling bersosialisasi, berbagi, dan merayakan bersama.

Hal inilah yang membuat meugang selalu ditunggu-tunggu dan biasanya dilakukan dengan meriah oleh masyarakat di sana.

Meugang  merupakan salah satu tradisi masyarakat Aceh yang sudah ada sejak lama dan masih terus dilakukan hingga sekarang.

Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, tradisi Meugang ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tepatnya dimulai pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda di Aceh.

Biasanya, tradisi Meugang dilakukan tiga kali dalam setahun, tepatnya dua hari sebelum bulan puasa, hari raya Idul Fitri, dan hari raya Idul Adha.

Selain dilakukan di kalangan masyarakat, tradisi Meugang berupa penyembelihan hewan ternak juga sering dilakukan di lingkungan instansi, sekolah, maupun perusahaan.

Bagi masyarakat Aceh, Meugang merupakan salah satu tradisi yang sangat penting dan kaya akan nilai-nilai, di antaranya nilai religius.

Nilai ini terlihat dari pelaksanaan tradisi meugang yang dilakukan pada hari besar umat Islam, di mana mereka menyambut hari besar tersebut dengan suka cita.

Editor:Yudi
Kategori:Aceh Barat Daya, Aceh, Umum
wwwwww