Haji Uma Harap Hafiz Stand Up Comedy Minta Maaf ke Warga Aceh

Haji Uma Harap Hafiz Stand Up Comedy Minta Maaf ke Warga Aceh
Haji Uma dinobatkan sebagai warga Gampong Pendere Saril Kecamatan Bebedan Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (14/4/2017). [Ist]
Kamis, 25 Mei 2017 07:05 WIB
LHOKSEUMAWE - Pernyataan Hafiz saat tampil pada acara stand up comedy di salah satu stasiun televisi swasta pada 2016 kemarin, dinilai telah melecehkan syariat Islam. Sebab itu, Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma menyayangkan kejadian tidak terpuji tersebut terjadi.
 
Haji Uma menilai, peserta yang menjadikan proses pelaksanaan syariat Islam di Aceh sebagai bagian isi muatan bahan lawakan cenderung mengandung unsur pelecehan.
 
Disebutkan, penayangan tampilan Hafiz terjadi dan menjadi viral pada 2016. Namun video tersebut kembali disebar oleh netizen dan kembali menjadi viral pada Mei 2017 ini. Akibanya, melahirkan berbagai tanggapan negatif netizen dan kecaman dari masyarakat Aceh.
 
Atas dasar itu, anggota DPD RI asal Aceh ini ikut menanggapinya. Menurut Haji Uma, tindakan yang dilakukan Hafiz dengan ucapan di stand up comedy itu telah menimbulkan keresahan masyarakat Aceh.
 
"Dalam hal ini saya menindak lanjuti keresahan dan meneruskan aspirasi yang disampaikan oleh beberapa masyarakat Aceh kepada saya, dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI asal Aceh," kata Haji Uma dalam rilisnya ke GoAceh, Rabu (24/5/2017) malam.
 
"Sangat tidak pantas, syariah Islam di Aceh dijadikan bahan komedi yang bersifat melecehkan dan mengarah kepada unsur SARA. Karena syariat Islam di Aceh adalah keinginan masyarakat dan bentuk kekhususan Aceh yang dilindungi oleh payung hukum, yakni UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pemerintah Aceh."
 
Untuk itu, Haji Uma meminta kepada Hafiz segera mengklarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Aceh atas tindakannya yang telah melukai hati dan melecehkan marwah dan martabat rakyat Aceh.
 
"Kita memberikan waktu 1 minggu untuk Hafiz, guna klarifikasi dan permohonan maaf, jika hal ini tidak diindahkan, maka akan meminta lembaga penegak hukum untuk menindak sesuai aturan hukum dan perundangan yang berlaku," ungkap Haji Uma.
Editor:Zuamar
Kategori:Lhokseumawe, Aceh, Pemerintahan
wwwwww