Wanita Bireuen Berhasil Kabur dari Sekapan Dua Laki-laki

Wanita Bireuen Berhasil Kabur dari Sekapan Dua Laki-laki
Ilustrasi. [Foto Istimewa]
Rabu, 24 Mei 2017 10:14 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Seorang warga Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen berinisial SY (20), berhasil kabur dari sekapan dua laki-laki yang tidak dikenalnya di Kota Langsa.
Kepala Bidang Operasional Tagana Kota Langsa, Fauzi ketika dihubungi GoAceh, Selasa (23/5/2017) menjelaskan, berdasarkan keterangan korban di Kantor Keuchik Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, kejadian itu berawal saat dirinya tiba-tiba ditelepon oleh pelaku untuk diajak ke tempat pesta perkawinan di Kota Lhokseumawe.
 
Selang beberapa menit mendapat telepon, tiba-tiba pelaku sudah sampai ke rumah korban yang saat itu sedang sepi dengan menggunakan satu unit mobil bak terbuka jenis L300.
 
Karena, korban tidak kenal dengan pelaku, maka korbapun menolak ajakan tersebut, namun pelaku tetap memaksanya hingga korban tidak berdaya seperti dihipnotis dan dimasukan ke dalam mobil.
 
Sesampainya di dalam mobil, kaki dan tangan korbapun langsung diikat. Sementara mulutnya dibekap menggunakan lakban. "Karena di dalam mobil terdapat dua orang laki-laki yang menyekapnya, korbanpun tidak berdaya dan mobilpun melaju ke arah timur (Medan)," katanya.
 
Tambah Fauzi, setibanya di salah satu warung nasi di Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, dua orang laki-laki yang menyekap korban turun dari mobil untuk istirahat makan siang, sedangkan korban dibiarkan di dalam mobil.
 
Kesempatan inilah langsung dimanfaatkan korban dengan memotong ikatan tali pada kaki dan tangganya menggunakan pisau yang terdapat di mobil tersebut. Setelah berhasil memotong tali, korban pun langsung loncat dari dalam mobil dan melarikan diri ke salah satu rumah warga di gampong tersebut untuk bersembunyi.
 
"Melihat korbannya berhasil melarikan diri, kedua pelaku pun langsung kabur tancap gas ke arah Medan, Sumatera Utara," ungkap Fauzi.
 
Sementara sekitar pukul 12.00 WIB, korban dibawa oleh warga tempat korban bersembunyi ke kantor keuchik gampong setempat. "Di Kantor keuchik itulah, dirinya dan perangkat gampong serta petugas Babinsa mengintograsi korban, karena korban masih trauma sehingga ia tidak mau banyak bicara," ungkap Fauzi.
 
Lalu, sambung Fauzi, sekitar pukul 15.00 WIB, dirinya membawa korban ke panti asuhan, karena korban mengaku tidak mau pulang lagi ke rumah tempat korban bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
 
"Korban tinggal di rumah itu baru sekitar dua tahun dan pemilik rumah jarang ada di rumah karena sibuk bekerja, sehingga saat kejadian rumah dalam keadaan sepi," pungkasnya.
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Langsa, Peristiwa
wwwwww