Sekjen Kemenag Harap Pemkab Aceh Tengah Bantu Akses Jalan STAIN Takengon

Sekjen Kemenag Harap Pemkab Aceh Tengah Bantu Akses Jalan STAIN Takengon
Sekjen Kemenag RI Nur Syam meletakkan batu pertama pembangunan gedung kuliah STAIN Gajah Putih Takengon, didampingi Kakanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh, Sekda Aceh Tengah Karimansyah, Selasa (23/5/2017). [Ist]
Rabu, 24 Mei 2017 11:44 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Sekjen Kementerian Agama RI Nur Syam meletakkan batu pertama pembangunan gedung kuliah STAIN Gajah Putih di kawasan Gampong Uer Tetemi, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Selasa (23/5/2017). Nur Syam juga didampingi Kakanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh, Sekda Aceh Tengah Karimansyah, dan Ketua STAIN Zulkarnaen.

Gedung kampus dua ini dibangun melalui skema Pembiayaan Sukuk Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2017. "Saya minta kepada Sekda agar akses jalan menuju kampus pengembangan STAIN Takengon bisa diperbaiki pada tahun 2018," ujar Nur Syam di Takengon, saat menyampaikan sambutan yang diikuti tepuk tangan hadirin.
 
Lokasi kampus berjarak sekitar 18 kilometer dari kota Takengon dengan akses jalan berkelok, menanjak dan belum sepenuhnya beraspal. Menurut Nur Syam, akses jalan yang baik menjadi salah satu pilar penting dalam memajukan STAIN.

"Kita sedang membangun peradaban. Dengan membangun gedung di sini berarti kita sedang membangun peradaban. Salah satu pilarnya adalah jalan. Semoga jalannya menjadi semakin baik sehingga lengkaplah dukungan Pemda," kata Nur Syam.
 
Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menilai, upaya Kemenag dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam luar biasa. Salah satunya dilakukan dengan pembangunan infrastruktur melalui skema pembiayaan SBSN.

"Tahun 2016, sebanyak 25 PTKIN mendapat bantuan dengan total anggaran mencapai Rp 895 miliar. Kita bersyukur tahun 2017 ada 32 PTKIN yang dibantu dengan total anggaran Rp 1,05 triliun dan salah satunya kepada STAIN Gajah Putih Takengon. Mudah-mudahan tahun depan akan ada program yang ditaruh di sini dalam rangka membangun peradaban bangsa," tambahnya.
 
Kepada Ketua dan civitas akademika STAIN Takengon, Nur Syam berpesan agar proses pembangunan dilakukan secara transparan dan akuntabel. "Saya berharap kepada Kejaksaan Negeri ikut mengawasi proses pembangunan ini. Kita ingin semuanya transparan dan akuntabel.
 
Sebelumnya, Ketua STAIN Takengon, Zulkarnaen melaporkan, tahun ini pihaknya mendapat biaya SBSN sebesar Rp 30,6 miliar. Dari jumlah itu, sebesar Rp 25,8 miliar digunakan untuk pembangunan sarana pembangunan fisik.

"Gedung ini direncanakan memiliki 38 ruang kelas, ada juga ruang kantor, ruang rapat, kantin mahasiswa dan lainnya.‎ Dengan tambahnya fasilitas ini, input mahasiswa ke depan lebih banyak yang bisa ditampung, mengingat animo calon mahasiswa terus meningkat," terang Zulkarnaen.
 
Menurutnya, lokasi ini merupakan hibah Pemda Aceh Tengah kepada Kemenag melalui STAIN Gajah Putih. "Yang pertama 15 hektar sudah keluar sertifikatnya dari BPN. Akan ada tahap berikutnya sehingga standar sarpras untuk menjadi IAIN terpenuhi," harapnya.
 
Zulkarnaen mengaku kalau pihaknya juga sedang mengupayakan dana bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun rusunawa sebagai asrama dan ma'had mahasiswa.
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Pendidikan, Aceh Tengah
wwwwww