Pantau Harga Kebutuhan Pokok, Komisi II DPR Aceh Sidak Pasar

Pantau Harga Kebutuhan Pokok, Komisi II DPR Aceh Sidak Pasar
Ketua Komisi II DPR Aceh, Nurzahri (topi biru), saat melakukan sidak di Pasar Lambaro, Rabu (24/5/2017). [Ist]
Rabu, 24 Mei 2017 16:48 WIB
Penulis: Dedek

BANDA ACEH - Guna memantau harga dan kecukupan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1438 H dan Idul Fitri 2017, Komisi II DPRA melakukan sidak ke Pasar Lambaro.

Rombongan dipimpin langsung Ketua Komisi II DPR Aceh, Nurzahri dan diikuti anggota komisi, yakni Ramadhana Lubis, Khalidi, Yahdi Hasan, Sulaiman Ary, Aminuddin, Darmawan dan Jamidin. 

Turut juga bersama Komisi II, Ketua Satgas Pangan Aceh, Kombes Armensyah Thay, Kepala BI Perwakilan Aceh, Ahmad Farid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Aceh, Masnun, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Asmauddin dan Kepala Badan POM Aceh, Syamsuliani.

loading...
Ketua Komisi II DPR Aceh, Nurzahri, melalui rilis yang diterima GoAceh, Rabu (24/5/2017) menyampaikan, dalam sidak tersebut pihaknya mendapati harga-harga kebutuhan pokok masih relatif stabil dan masih dalam toleransi harga yang diperkirakan oleh pemerintah. 

Ads
“Bahkan beberapa kebutuhan pokok harganya masih relatif murah, seperti cabai merah yang berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram. Begitu juga dengan stok ketersediaannya, mencukupi hingga 3 bulan ke depan,” ucapnya. 

Dari Pasar Lambaro, sambung Nurzahri, rombongan meneruskan sidak ke gudang distributor gula PT Kande Agung di Lueng Bata.

Di sana pihaknya mendapati stok gula sebanyak 2.000 ton jenis gula pasir kristal putih dan informasinya dalam 15 hari ke depan akan masuk kembali gula sebanyak 2.000 ton berjenis sama. 

"Gula di PT Kande Agung merupakan gula operasi pasar dengan harga eceran tertinggi sebesar Rp 12.500 per kilogramnya," ujarnya.

Politisi Partai Aceh ini meminta kepada PT Kande Agung untuk mendistribusikan gula-gula tersebut secara merata di seluruh Aceh, terutama Kabupaten Singkil dan Simeulue karena menurut informasi, di kedua kabupaten tersebut stok gula sangat sedikit.

"Insya Allah, ke depan Komisi II DPRA juga akan lebih sering turun ke lapangan untuk melakukan sidak harga dan ketersediaan kebutuhan pokok, bukan hanya di Banda Aceh saja, tapi di seluruh pasar kabupaten/kota di seluruh Aceh," pungkas Nurzahri.

Editor:Yudi
Kategori:Ekonomi, Aceh, Banda Aceh
wwwwww