Di Gayo Lues, Sekolah Swasta Disebut Lebih Bermutu dari Negeri

Di Gayo Lues, Sekolah Swasta Disebut Lebih Bermutu dari Negeri
Sekda Gayo Lues, Thalib, saat menyampaikan sambutannya dalam sosialisasi pendidikan keluarga yang digelar di aula Dinas Pendidikan setempat, Rabu (24/5/2017). [Ari Gayo]
Rabu, 24 Mei 2017 20:06 WIB
Penulis: Ari Gayo
BLANGKEJEREN – Ketidakpercayaan masyarakat pada kualitas pendidikan sekolah negeri yang ada di Kabupaten Gayo Lues (Galus), menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Pasalnya, di sekolah negeri sudah memiliki fasilitas yang memadai serta dana cukup untuk mengembangkan pendidikan.

“Kenapa kebanyakan sekolah negeri di kabupaten sebutan Negeri Seribu Bukit ini, kalah mutu dengan sekolah yang dikelola swasta, sedangkan fasilitas sangat memadai dan dana yang dikucurkan pemerintah 20 persen dari APBD,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Galus, Thalib, saat membuka sosialisasi pendidikan keluarga, di aula Dinas Pendidikan setempat, Rabu (24/5/2017).

Ini menjadi perhatian serius dan tanggung jawab bersama, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Gayo Lues ke depannya. Terutama tantangan bagi para guru, dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, apalagi saat ini para guru juga banyak mendapatkan intensif. “Jadi mari sama-sama kita perbaiki mutu pendidikan kita ini.” 

Selain itu, terkait sosialisasi pendidikan keluarga yang digelar ini, sambung Sekda, merupakan kegiatan yang strategis, pasalnya, dengan melibatkan para orangtua dalam dunia pendidikan, anak didik bisa terawasi, baik di sekolah maupun di rumah. Sehingga diharapkan mampu membentuk pribadi anak yang mampu bersaing dan berakhlak mulia.

“Saya menginginkan, program ini jangan hanya dilakukan kali ini saja, tetapi harus diteruskan melalui program-program lain di daerah, karena kita sadari anak lebih lama berada di rumah ketimbang di sekolah,” katanya, sembari mengingatkan para guru dan wali murid untuk mengawasi anak didik dari peredaran narkoba yang sudah mengancam semua lini, serta memperingatkan anak-anak untuk menghindari pernikahan dini dan putus sekolah.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Alimat, dalam laporannya menjelaskan, sosialisasi pendidikan keluarga ini diikuti 117 guru yang berasal dari guru Paud, SD, SMP, PKBN dan SKB. Kegiatan ini hanya berlangsung selama satu hari.

Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Pendidikan, Gayo Lues
wwwwww