Demo di Kantor Bupati Aceh Utara Ricuh, 8 Mahasiswa Diamankan

Demo di Kantor Bupati Aceh Utara Ricuh, 8 Mahasiswa Diamankan
Demontrasi dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma) Aceh Utara dan Lhokseumawe di depan Kantor Bupati Aceh Utara berakhir ricuh, Rabu (24/5/2017). [Sarina]
Rabu, 24 Mei 2017 15:32 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Demo dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma) Aceh Utara dan Lhokseumawe di depan Kantor Bupati Aceh Utara berakhir ricuh. Akibatnya, delapan mahasiswa diamankan kepolisian, Rabu (24/5/2017).

Pantauan GoAceh, ricuh tersebut terjadi saat mahasiswa hendak memasuki kantor Bupati di Jalan T Hamzah Bendahara Lhokseumawe itu melewati pintu samping. Pada demo itu, semua pintu masuk dijaga ketat aparat Kepolisian, namun diduga ada oknum yang melempari kaca pintu hingga pecah dan terjadilah aksi saling pukul antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman saat diwawancarai wartawan mengatakan, ada beberapa oknum masuk lewat pintu lain, mereka memaksakan kehendak kemudian melakukan pengrusakan, dan memecahkan kaca. Terkait perbuatan anarkis tersebut, akan dikenakan pasal 170 untuk mereka. 

loading...
“Kita sudah amankan 8 mahasiswa yang diduga melakukan perbuatan anarkis. Saat ini kita sedang melakukan proses penyelidikan lebih lanjut, dan meminta sejumlah keterangan dari para saksi,” katanya.

Ads
Baca: Mahasiswa Desak Pemkab Aceh Utara Serius Alokasikan ADG 2017

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forbesma mengadakan aksi damai di depan Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (24/5/2017). Dalam aksi tersebut mereka mendesak Pemkab setempat serius dalam mengalokasikan dan pencairan anggaran dana gampong (ADG) tahun 2017.

Koordintor lapangan, Reza Rizki mengatakan, aksi tersebut merupakan momen untuk saling bahu membahu memikirkan problematika di negeri ini. Khususnya permasalahan yang sedang carut marut di Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang tidak bisa diselesaikan secara individual namun akan terasa mudah diselesaikan secara bersama-sama.

“Kami meminta Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe selaku tuan tanah untuk mempertegas perannya dalam pengelolaan ekonomi khusus,” katanya saat melakukan orasi. 

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Pendidikan, Aceh Utara, Lhokseumawe
wwwwww