FPI Cari Pendukung LGBT saat Gay di Banda Aceh Dicambuk

FPI Cari Pendukung LGBT saat Gay di Banda Aceh Dicambuk
Salah satu pelaku liwath (homoseksual) saat dihukum oleh algojo pada proses hukuman cambuk di Halaman Masjid Syuhada Lamgugob, Banda Aceh, Selasa (23/5/2017). [Safdar S]
Selasa, 23 Mei 2017 15:43 WIB
BANDA ACEH - Sebelum eksekusi cambuk terhadap pasangan homoseksual, Front Pembela Islam (FPI) Aceh memasang spanduk dukungan terhadap pelaksanaan cambuk terhadap pelaku homoseksual di Masjid Syuhada, Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (23/5/2017).

Selesai memasang spanduk, beberapa anggota FPI juga berteriak-teriak mencari Hartoyo alias Toyo, seorang tokoh Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) di Indonesia yang diinformasikan ikut hadir. Mereka berteriak agar Toyo menampakkan dirinya.

Kemudian sekira lima anggota FPI baik menggunakan seragam atau tidak berkeliling. Mereka berteriak-teriak agar yang mendukung LGBT keluar dari arena cambuk.

"Keluar, mana Toyo, yang mendukung LGBT silakan keluar," kata salah seorang anggota FPI.

Baca: Dua Pasangan Liwath dan Enam Pasangan Ikhtilat Dicambuk

Saat pemasangan spanduk dukungan tersebut, pihak kepolisian melakukan pengawalan. Sementara warga dan sejumlah jurnalis mengabadikan momen tersebut. Sebab, sebelumnya saat proses hukum cambuk diselenggarakan belum pernah terjadi adanya anggota FPI.

Ada ratusan warga sudah memadati arena cambuk. Warga yang hendak menyaksikan dipisah antara laki-laki dan perempuan. Kemudian bagi yang tidak menggunakan pakaian muslim dan muslimah juga diminta keluar dari arena cambuk.

Dari pengeras suara, Polisi Syariah beberapa kali mengimbau agar semua berpakaian yang sopan. Selain itu, petugas juga meminta kepada orang tuanya yang membawa anak-anak, agar tidak berada di lokasi cambuk. Karena cambuk hanya boleh disaksikan oleh yang sudah berusia dewasa.

"Ini mungkin ada kasus khusus, makanya ramai yang datang. Anak-anak enggak boleh saksikan cambuk," kata Kapolsek Kecamatan Syiah Kuala, AKP A Hendri.

loading...
Editor:Kamal Usandi
Sumber:merdeka.com
Kategori:Hukrim, Aceh, Banda Aceh
wwwwww