Abuya Amran Waly Resmikan Monumen Tauhid Tasawuf di Aceh Jaya

Abuya Amran Waly Resmikan Monumen Tauhid Tasawuf di Aceh Jaya
Abuya Amran Waly dan Bupati Aceh Jaya menandatangani prasasti monumen MPTT di Komplek Masjid Al-Hidayah Kuta Tuha, Panga
Selasa, 23 Mei 2017 07:44 WIB

CALANG - Monumen Pengkajian Tauhid dan Tasawuf (MPTT) Kabupaten Aceh Jaya diresmikan oleh Abuya Syech Amran Waly Al-Khalidy di Komplek Masjid Al-Hudayah, Gampong Kuta Tuha Kecamatan Panga, Minggu (21/5/2017).

Sebelum meresmikan monumen Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT), Abuya Amran Waly, terlebih dahulu dijemput oleh Bupati Aceh Jaya bersama jamaah MPTT Aceh Jaya dengan memakai tandu.

Walaupu suasana hujan, para jamaah Majlis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf, terlebih dahulu melaksanakan rateeb siribe dan tausiah yang dipimpin oleh Abuya Amran Waly kemudian dilanjutkan dengan tausiah.

Dalam rausiahnya, Abuya Amran Waly, mengatakan bahwa tujuan membangun MPTT adalah bagaimana kita semua untuk mencintai Allah melalui zikir, maka dengan berzikir akan mendapat rahmat Sllah Swt kepada kita semua.

“Dengan berzikir Allah Swt akan membuka pintu rahmat bagi hambanya agar kita bisa hidup aman, sejahtera dan juga Aceh menjadi negeri yang madani serta juga dapat mengangkat wibawa Aceh kembali seperti dahulu,” kata Abuya Amran Waly.

Lebih lanjut Abuya Amran Waly, mengatakan monumen yang diresmikan ini bukan hanya untuk Aceh Jaya saja akan tetapi untuk seluruh Aceh sehingga melambangkan bahwa Aceh itu adalah Aku Cinta Allah. 

Sementara Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman, di sela peresmian monumen tersebut, mengatakan, kejayaan Aceh masa lalu kerena banyaknya syeikh-syeikh tentang pengkajian tauhid dan tasawuf, sehingga Aceh menjadi tempat rujukan pengetahauan ilmu tauhid tasawuf dan zikir sehingga terkenal di Asia Tenggara.

“Kita berdoa kepada Allah Swt, agar Abuya Amran Waly diberikan panjang umur sehingga semua ilmu yang ada pada beliau dapat kita ambli. Walaupun besok duniai berubah tetapi sudah ada dalam hati dan pikiran kita semua, maka janganlah menyia-nyiakan waktu untuk menutut ilmu yang ada pada guru kita. Bila waktu kita sia-siakan, maka sayanglah Aceh untuk masa depan," kata Azhar.

Monumen ini hanya sebagai simbul, namun yang terpenting adalah ada dalam hati masing-masing untuk selalu meningkatkan mahabbah (cinta) kepada Allah Swt melalui tauhid dan tasauf serta zikir. 

Usai meresmikan monumen MTT di Kuta Tuha, Abuya Syeikh Amran Waly beserta ribuan jamaah zikir melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh untuk memimpin rateeb siribe (zkir seribu) "Aceh Berzikir Memberkahi Nusantara" di Masjid Raya Baiturrahman.

Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Jaya, Pemerintahan
wwwwww