Home > Berita > Umum

Kuala Laweung Pidie Dangkal, Nelayan Mengeluh

Kuala Laweung Pidie Dangkal, Nelayan Mengeluh
Beginilah kondisi Kuala Laweung Kecamatan Muara Tiga, Pidie, yang sudah dipenuhi semak-semak dan dangkal, Senin (22/5/2017). [Istimewa].
Senin, 22 Mei 2017 11:28 WIB
Penulis: Amiruddin

SIGLI - Meski sudah berulang kali dilaporkan terkait dangkalnya Kuala Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, namun sampai saat ini kondisi Kuala Laweung belum dikeruk, sehingga para nelayan sulit melabuhkan perahu. Bahkan terkadang mereka terpaksa mangkal 50 dari bibir pantai untuk membongkar hasil tangkapan.

Panglima Laot Lhok Laweung Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Zulkifli Andah kepada GoAceh, Senin (22/5/2017) mengatakan, kondisi Kuala Laweung sudah sangat dangkal dan nelayan sulit melabuhkan perahunya ke bibir pantai.
 
"Sebab perahu nelayan tidak bisa masuk ke pantai karena dangkalnya kuala yang dimaksud. Kondisi ini sudah lama sekali, jadi sudah sewajarnya dilakukan pengerokan,"paparnya.
 
Zulkifli menambahkan, persoalan dangkalnya kuala sudah berulang kali disampaikan nelayan ke kecamatan atau ke kabupaten. Akan tetapi sampai saat ini masih dibiarkan begitu saja, sehingga para nelayan di sana mengeluh dan tidak bisa melabuhkan perahunya di pinggir pantai.
 
Akibatnya saat membongkar ikan tangkapannya harus mengangkut dengan perahu kecil, atau masuk ke pantau saat air pasang. "Kalau air sudah surut perahu nelayan tidak bisa melaut dan nyangkut di pantai," ungkapnya.
 
Mengingat kondisi kuala seperti itu, Zulkifli berharap adanya perhatian dari pemerintah supaya nelayan di sana tidak sulit untuk membongkar hasil tangkapannya. Terlebih lagi saat air surut para nelayan sangat sulit untuk masuk ke kuala karena dangkal.
 
"Saya pribadi minta kepada Pemkab Pidie segera mengeruk kuala Laweung agar nelayan bebas keluar masuk,"pinta Zulkifli. 
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Pidie
wwwwww