Olahan Bandeng Tanpa Duri Rambah Pasar Luar Aceh

Olahan Bandeng Tanpa Duri Rambah Pasar Luar Aceh
Nurmasytah dibantu pekerja saat memproses ikan bandeng tanpa duri di Gampong Pante Paku, Jangka, Bireuen, Sabtu (20/5/2017). [Joniful Bahri]
Minggu, 21 Mei 2017 12:02 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Ikan bandeng ternyata mempunyai cita rasa yang spesifik dan banyak digemari oleh masyarakat. Produk ini juga memiliki prospek bisnis yang sangat bagus.

Bahkan, produk semacam ini sudah sangat terkenal di luar negeri, seperti halnya Eropa dan Amerika serikat. Kebanyakan, ikan bandeng di negara tersebut dipasok dari Filipina dan Thailand.  

Di Kabupaten Bireuen sendiri, telah lahir seorang pelopor usaha yang  menjalankan pengolahan ikan bandeng tanpa duri. Walau awalnya, perempuan muda yang dibantu suaminya ini, menjalankan pengolahan ikan berupa bandeng presto.

loading...
Sepintas, satu dari sekian rumah yang berada di kawasan Gampong Pante Paku, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen ini terlihat seperti tempat tinggal biasa.

Namun ternyata, bangunan berukuran 7x6 meter milik seorang warga, merupakan tempat pengolahan industri produk makanan, berupa ikan bandeng tanpa duri yang terkenal di kawasan pedalaman Jangka itu. 

Di lorong ini, sebuah pamflet berukuran kecil di depan rumah bertuliskan “UD Pangkai Na” (UD Ada Modal) milik Nurmasyitah,  terlihat kondisinya sangat sederhana. Tetapi, di sinilah usaha mandiri produk ikan tanpa duri lahir dan mulai terkenal di setiap daerah. 

Awalnya, perempuan muda ini menjalankan pengolahan ikan bandengnya berupa bandeng presto. Namun lama kelamaan, bandeng presto kurang diminati, akhirnya Ia mencoba membuat sesuatu yang berbeda.

Akhirnya pada 2008, perempuan ini memutuskan memproduksi bandeng tanpa duri.

Berkat usaha yang dijalankannya, penjualan dan permintaan ikan bandeng tanpa duri tersebut terus berkembang, terutama pesanan dari restoran dan rumah makan elit di Aceh dan Medan. 

Menurut Nurmasyitah yang ditemani suaminya, Jumain kepada GoAceh, Sabtu (20/5/2017) mengaku, usaha ini dirintis keluarganya, setelah empat  tahun pasca  Tsunami tepatnya tahun 2008. 

Editor:Yudi
Kategori:Ekonomi, Bireuen
wwwwww